Perang AS-Iran Bikin Susah Banyak Negara, 100.000 Pekerja di Inggris Terancam PHK

Senin, 23 Maret 2026 - 05:13 WIB
loading...
Perang AS-Iran Bikin...
Lebih dari 100.000 warga Inggris berisiko kehilangan pekerjaan akibat gejolak pasar pasca serangan Amerika Serikat atau AS-Israel ke Iran. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Lebih dari 100.000 warga Inggris berisiko kehilangan pekerjaan akibat gejolak pasar pasca serangan Amerika Serikat atau AS-Israel ke Iran , seperti dirilis The Telegraph. Harga minyak dunia terpantau melonjak hingga lebih dari USD100 per barel di tengah gangguan pasokan akibat konflik, melesat naik dari sekitar USD70/barel pada bulan lalu.

James Smith, dari bank investasi ING, memperingatkan bahwa jika konflik AS-Israel versus Iran berlanjut, para pengusaha akan mengimbangi biaya energi yang lebih tinggi dengan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK karyawan atau menangguhkan perekrutan.

Baca Juga: Dolar AS Kembali Jadi Primadona, Emas Mulai Ditinggalkan Investor Global

"Tergantung berapa lama harga energi tetap tinggi. Jika kita berada dalam skenario di mana gangguan berlangsung sekitar tiga bulan. Tingkat pengangguran bisa menyentuh di atas 5,5%," tambahnya.



Saat ini ada 5,2% populasi Inggris yang menganggur, angka tersebut tertinggi sejak pandemi Covid, menurut data pemerintah. Angka tersebut berpotensi terus melebar seiring ancaman PHK, akibat dari lonjakan harga energi yang bisa memaksa perusahaan untuk memecat pekerja.

"Dengan biaya energi industri di Inggris termasuk yang tertinggi di negara maju, setiap kenaikan harga minyak dan gas yang berkelanjutan bisa dengan cepat mendorong kenaikan biaya, menekan margin, dan membatasi investasi,” menurut Fhaheen Khan, ekonom senior di badan industri Make UK.

Baca Juga: Perang Hamas vs Israel Untungkan Dolar AS, Investor Ramai-ramai Borong Emas

Dia mengatakan kepada media bahwa permintaan domestik di sektor manufaktur Inggris kini telah “runtuh,” meskipun industri ini mencetak beberapa pertumbuhan sejak awal tahun.

Jordan Rochester dari Mizuho Bank mengingatkan, bahwa ekonomi Inggris sekarang berada dalam posisi yang jauh lebih lemah dibandingkan empat tahun lalu, ketika UE dan Inggris mulai menghentikan secara bertahap gas dan minyak murah Rusia akibat konflik di Ukraina. Tingkat pengangguran di Inggris saat itu berada pada level 3,8%.

Jajak pendapat terbaru menunjukkan bahwa sebagian besar warga Britania khawatir bahwa konflik di Iran akan semakin merusak ekonomi Inggris.

Menurut survei YouGov yang dipublikasikan pekan lalu, lebih dari tiga perempat responden berpikir bahwa permusuhan di Timur Tengah akan berdampak negatif pada ekonomi Inggris dan global dalam jangka panjang. Sekitar 64% percaya bahwa konflik tersebut akan memengaruhi keuangan rumah tangga mereka.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Harga Minyak Global Kembali Melonjak
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kilang-kilang Asia Ogah Ikut Demam Minyak Teluk
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
Rekomendasi
Pemerintah Paksa Daerah...
Pemerintah Paksa Daerah Hentikan Open Dumping Sampah dengan Skema Stick and Carrot
Anang Hermansyah Kompak...
Anang Hermansyah Kompak Wisuda Bareng Ashanty dan Azriel di UNAIR, Raih Gelar S2 dan S3
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Berita Terkini
Industri Herbal Andalkan...
Industri Herbal Andalkan Figur Publik Perkuat Kepercayaan Konsumen
Tamaris Hidro Bidik...
Tamaris Hidro Bidik Dana Rp1 Triliun lewat Sukuk Ijarah
Dukung Pendanaan UMKM,...
Dukung Pendanaan UMKM, Easycash Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan Hari Ini, Buyback Jadi Rp2,4 Juta per Gram
Transformasi Ekonomi...
Transformasi Ekonomi Progresif, Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi di Maluku Utara
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Literasi Pasar Modal melalui Seminar Nasional 'Lo Kheng Hong Investment Philosophy'
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved