Menguak Transaksi Gelap Minyak Rp9,7 Triliun Sebelum Tweet Trump Soal Iran

Rabu, 25 Maret 2026 - 09:31 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: Krisis BBM Hantam Eropa, Negara Ini Bakal Batasi Pembelian Orang Asing dan Terapkan Harga Ganda

Dampaknya harga minyak langsung anjlok, sementara kontrak berjangka S&P 500 dan ekuitas Eropa melonjak karena investor berekspektasi konflik Timur Tengah akan mereda. "Dalam 25 tahun saya mengamati pasar, ini benar-benar tidak normal. Tidak ada data penting, tidak ada pidato pejabat Bank Sentral. Seseorang baru saja menjadi jauh lebih kaya," ujar seorang manajer portofolio senior kepada media.

Kecurigaan pasar bukan tanpa alasan. Pola transaksi yang "tepat waktu" ini mencerminkan beberapa kejadian serupa dalam beberapa bulan terakhir. Taruhan besar dan sangat menguntungkan sebelumnya juga tercatat di platform prediksi seperti Polymarket sesaat sebelum aksi militer AS yang melibatkan Iran dan Venezuela.

Tim Skirrow, kepala derivatif di Energy Aspects, mengakui bahwa volume perdagangan pada jam tersebut jauh lebih besar dari biasanya. Meskipun sulit membuktikan hubungan kausalitas secara hukum, para pialang di AS mempertanyakan siapa yang berani bertindak agresif menjual, tepat sebelum pengumuman besar tersebut.

Tuduhan Tak Berdasar

Menanggapi isu panas ini, juru bicara Gedung Putih, Kush Desai membantah keras adanya keterlibatan pejabat pemerintah dalam membocorkan informasi untuk keuntungan pribadi.

"Gedung Putih tidak mentoleransi pejabat administrasi manapun yang mengambil keuntungan secara ilegal dari pengetahuan orang dalam. Implikasi bahwa pejabat terlibat dalam aktivitas tersebut tanpa bukti adalah pelaporan yang tidak bertanggung jawab," tegas Desai.

Dampak Bagi Ekonomi Asia

Volatilitas ekstrem ini menjadi lampu kuning bagi ekonomi Asia yang sangat bergantung pada stabilitas jalur energi di Selat Hormuz. Ketidakpastian harga minyak mentah dunia akibat perang informasi dan geopolitik ini diprediksi akan terus menekan nilai tukar mata uang negara berkembang dan membengkakkan biaya impor energi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Minyak Dunia Kembali...
Harga Minyak Dunia Kembali Tembus USD100 per Barel, Pertalite Bakal Naik?
Kendalikan Konsumsi...
Kendalikan Konsumsi BBM Subsidi saat Harga Minyak Dunia Mendidih, Purbaya Sebut Kuota Tetap
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
Prediksi Ngeri Goldman...
Prediksi Ngeri Goldman Sachs: Harga Minyak Brent Bakal Meroket ke USD120 per Barel
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Rekomendasi
Aplikasi Baru Lindungi...
Aplikasi Baru Lindungi PMI, Siapkan Tombol Darurat hingga E-Wallet
Febrie Adriansyah Hadir...
Febrie Adriansyah Hadir Diperiksa Kejagung, Kehadirannya Tak Tertangkap Awak Media
Ilmu Komunikasi UNPAM...
Ilmu Komunikasi UNPAM Gelar Webinar Strategi Portofolio dan LinkedIn bagi Mahasiswa
Berita Terkini
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
Dukung Pendidikan Wilayah...
Dukung Pendidikan Wilayah Pesisir, PHE Gelar Pemeriksaan Mata Gratis di Kepulauan Seribu
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
Harga Minyak Dunia Kembali...
Harga Minyak Dunia Kembali Tembus USD100 per Barel, Pertalite Bakal Naik?
Perluas Akses Asuransi,...
Perluas Akses Asuransi, IFG Life Gandeng Bank Papua Lindungi Debitur KPR
IHSG Ditutup Anjlok...
IHSG Ditutup Anjlok 1,88% ke 6.196, Hampir Seluruh Sektor Merana
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved