Menguak Transaksi Gelap Minyak Rp9,7 Triliun Sebelum Tweet Trump Soal Iran

Rabu, 25 Maret 2026 - 09:31 WIB
loading...
Menguak Transaksi Gelap...
Hanya 15 menit sebelum postingan Presiden AS Donald Trump tentang pembicaraan Iran, sejumlah transaksi gelap bernilai hampir USD580 juta atau setara Rp9,7 Triliun terekam masuk ke pasar minyak. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pasar energi global diguncang oleh dugaan kebocoran informasi (insider trading ) skala besar. Hanya 15 menit sebelum postingan Presiden AS Donald Trump tentang pembicaraan Iran, sejumlah transaksi gelap bernilai hampir USD580 juta atau setara Rp9,7 Triliun terekam masuk ke pasar minyak mentah .

Spekulasi ini mencuat setelah harga minyak mentah langsung terjun bebas sesaat setelah unggahan Trump di media sosial Truth Social muncul pada Senin pagi waktu New York. Sekitar 6.200 kontrak berjangka Brent dan West Texas Intermediate berpindah tangan antara pukul 18:49 dan 18:50 waktu Indonesia, menurut estimasi Financial Times berdasarkan data Bloomberg.

Baca Juga: Konflik Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Brent Tembus Level Tertinggi Sejak 2022

Perdagangan tersebut terjadi sekitar 15 menit sebelum postingan Trump pada pukul 19:04 yang menyatakan telah ada "percakapan produktif" dengan Teheran untuk mengakhiri perang di Iran.



Volume perdagangan untuk Brent dan WTI meningkat pada waktu yang sama, 27 detik sebelum pukul 18:50. Kontrak berjangka yang melacak indeks saham S&P 500 naik harga beberapa saat setelah perdagangan minyak, dengan volume juga meningkat selama periode waktu tersebut.

Tidak diketahui apakah satu entitas atau beberapa entitas yang berada di balik perdagangan hari Senin tersebut. Postingan Truth Social Trump memicu aksi jual di seluruh pasar energi global dan kenaikan pada kontrak berjangka indeks saham S&P 500 serta ekuitas Eropa.

Kontrak berjangka Crude Oil WTI diperdagangkan sekitar USD89,50 pada sekitar pukul 06:00 waktu Indonesia pada hari Senin, turun dari di atas USD98 tepat sebelum Trump membuat postingannya. Indeks S&P 500 naik 1,05% pada hari Senin. Kemudian pada hari Senin, Mohammad-Bagher Ghalibaf, Ketua parlemen Iran, membantah dalam sebuah postingan di X bahwa ada negosiasi antara Washington dan Teheran yang telah terjadi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
Prediksi Ngeri Goldman...
Prediksi Ngeri Goldman Sachs: Harga Minyak Brent Bakal Meroket ke USD120 per Barel
Harga Minyak Mendidih...
Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
Matikan Selat Hormuz!...
Matikan Selat Hormuz! AS dan Irak Deal Bangun Jalur Pipa Minyak Senilai Rp1.074 triliun
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Rekomendasi
Biznet Gio dan IMV Hadirkan...
Biznet Gio dan IMV Hadirkan Solusi Hybrid Cloud, Dukung Transformasi Smart Manufacturing
Kuasa Hukum Richard...
Kuasa Hukum Richard Lee Sebut Surat Kuasa Pelapor Cacat Hukum
Sekda Tangsel Bambang...
Sekda Tangsel Bambang Ingatkan ASN Berikan Pelayanan Publik Sesuai Standar
Berita Terkini
60 Negara Kena Getok...
60 Negara Kena Getok Tarif Kerja Paksa AS 10-12,5%, Dedengkot BRICS Bakal Balik Melawan
Beli Rumah Bukan Lagi...
Beli Rumah Bukan Lagi Mimpi! BRI x REI Expo Semarang 2026 Hadirkan KPR Super Ringan
Petani Sawit Tagih Bukti...
Petani Sawit Tagih Bukti di Balik Klaim Sukses DSI Tutup Gap Harga Ekspor
Danantara Puji Transformasi...
Danantara Puji Transformasi Digital Jasa Marga Tollroad Command Center
Tumbuh Bersama GrabModal:...
Tumbuh Bersama GrabModal: Dari Rumah Kontrakan, Mama Khas Banjar Kini Punya Belasan Karyawan
Ingin Masuk di Pasar...
Ingin Masuk di Pasar Global? Pakar Ungkap Kunci Brand Indonesia Bisa Mendunia
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved