HIPMI Desak Gerakan Nasional Hemat Energi di Tengah Ancaman Krisis Global
Rabu, 25 Maret 2026 - 22:19 WIB
loading...
A
A
A
Peran Dunia Usaha sebagai Motor Penggerak
HIPMI menegaskan bahwa dunia usaha siap menjadi motor penggerak dalam implementasi Gerakan Nasional Hemat Energi melalui:
- Efisiensi operasional dan penggunaan energi di sektor industri
- Investasi pada teknologi hemat energi dan ramah lingkungan
- Audit energi secara berkala untuk meningkatkan produktivitas
- Integrasi efisiensi energi dalam strategi bisnis jangka panjang
“Efisiensi energi bukan hanya soal penghematan biaya, tetapi juga bagian dari strategi meningkatkan daya saing industri nasional di tengah tekanan global,” kata Anggawira.
Dorongan Kebijakan: Insentif dan Regulasi yang Kuat
Selanjutnya agar Gerakan Nasional Hemat Energi dapat berjalan efektif, HIPMI mendorong pemerintah untuk:
1.Memberikan insentif fiskal dan pembiayaan bagi pelaku usaha yang melakukan efisiensi energi
2.Menyusun roadmap nasional penghematan energi yang terintegrasi lintas sektor
3.Memperkuat regulasi dan standar efisiensi energi nasional
4.Mendorong digitalisasi sistem energi untuk transparansi dan kontrol konsumsi
5.Melibatkan sektor swasta dalam implementasi program secara luas
Momentum Menuju Kedaulatan Energi
HIPMI juga menekankan krisis energi saat ini harus menjadi momentum mempercepat transformasi menuju sistem energi yang lebih efisien, tangguh, dan mandiri.
“Hemat energi hari ini adalah fondasi bagi kedaulatan energi Indonesia di masa depan. Ini adalah tanggung jawab bersama: pemerintah, dunia usaha, dan seluruh masyarakat,” kata Anggawira.
HIPMI menegaskan bahwa dunia usaha siap menjadi motor penggerak dalam implementasi Gerakan Nasional Hemat Energi melalui:
- Efisiensi operasional dan penggunaan energi di sektor industri
- Investasi pada teknologi hemat energi dan ramah lingkungan
- Audit energi secara berkala untuk meningkatkan produktivitas
- Integrasi efisiensi energi dalam strategi bisnis jangka panjang
“Efisiensi energi bukan hanya soal penghematan biaya, tetapi juga bagian dari strategi meningkatkan daya saing industri nasional di tengah tekanan global,” kata Anggawira.
Dorongan Kebijakan: Insentif dan Regulasi yang Kuat
Selanjutnya agar Gerakan Nasional Hemat Energi dapat berjalan efektif, HIPMI mendorong pemerintah untuk:
1.Memberikan insentif fiskal dan pembiayaan bagi pelaku usaha yang melakukan efisiensi energi
2.Menyusun roadmap nasional penghematan energi yang terintegrasi lintas sektor
3.Memperkuat regulasi dan standar efisiensi energi nasional
4.Mendorong digitalisasi sistem energi untuk transparansi dan kontrol konsumsi
5.Melibatkan sektor swasta dalam implementasi program secara luas
Momentum Menuju Kedaulatan Energi
HIPMI juga menekankan krisis energi saat ini harus menjadi momentum mempercepat transformasi menuju sistem energi yang lebih efisien, tangguh, dan mandiri.
“Hemat energi hari ini adalah fondasi bagi kedaulatan energi Indonesia di masa depan. Ini adalah tanggung jawab bersama: pemerintah, dunia usaha, dan seluruh masyarakat,” kata Anggawira.
(wur)
Lihat Juga :