HIPMI Desak Gerakan Nasional Hemat Energi di Tengah Ancaman Krisis Global

Rabu, 25 Maret 2026 - 22:19 WIB
loading...
HIPMI Desak Gerakan...
HIPMI desak pemerintah gulirkan gerakan Nasional Hemat Energi imbas krisis energi global akibat perang AS vs Iran. Foto: Ilustrasi/Dok SindoNews
A A A
JAKARTA - Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI ) mendorong diluncurkannya Gerakan Nasional Hemat Energi sebagai langkah strategis dan kolektif untuk menghadapi tekanan krisis energi global yang semakin meningkat di kawasan Timur Tengah.

Sekretaris Jenderal BPP HIPMI, Dr. Anggawira, mengatakan dinamika geopolitik global akibat perang Amerika Serikat-Israel versus Iran telah mendorong terjadinya lonjakan harga energi dunia. Menurut dia, kondisi ini berpotensi menekan stabilitas ekonomi nasional, meningkatkan beban subsidi energi, serta memperlebar defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Sudah saatnya Indonesia memiliki Gerakan Nasional Hemat Energi terstruktur, terukur, dan masif. Ini bukan lagi sekadar imbauan, tetapi harus menjadi strategi nasional dalam menjaga ketahanan ekonomi dan energi kita,” kata Anggawira dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (25/03/2026).

Baca Juga : The Economist Nilai Indonesia Aman dari Dampak Krisis Energi Global, DEN: Edukasi Masyarakat Harus Ditingkatkan

Anggawira menjelaskan sampai hari ini, sejumlah negara telah melakukan berbagai aksi penghematan energi sebagai langkah antisipasi. Di antaranya dilakukan oleh Presiden Filipina Ferdinand R. Marcos Jr. yang telah resmi mendeklarasikan keadaan darurat energi nasional guna mengantisipasi gangguan pasokan bahan bakar global pada Selasa (24/3/2026).

Pada hari yang sama, Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung juga meluncurkan 12 pedoman penghematan energi bagi warga untuk mengantisipasi krisis energi buntut perang Amerika Serikat-Israel vs Iran.

HIPMI menilai, kata Anggawira, selama ini kebijakan energi di dalam negeri, masih terlalu bertumpu pada sisi suplai, sementara pengelolaan konsumsi energi belum menjadi fokus utama. Padahal, dalam kondisi krisis, demand side management atau pengendalian konsumsi energi merupakan langkah paling cepat dan efektif untuk meredam tekanan.

“Jadi ini perlu diorkestrasi,” ujarnya.

Baca Juga : Iran Berperang, Krisis Energi Negara-negara Ini Makin Parah

Dari Imbauan ke Aksi Nyata
HIPMI menilai Gerakan Nasional Hemat Energi harus dikemas sebagai program lintas sektor yang melibatkan seluruh elemen bangsa, dengan pendekatan konkret dan terukur. Pendekatan yang diperlukan di antaranya adalah:

- Kampanye publik secara masif untuk mendorong perubahan perilaku konsumsi energi
- Konsumsi energi di sektor industri, gedung perkantoran, dan transportasi
- Optimalisasi penggunaan energi di sektor produktif secara efisien
- Penerapan standar efisiensi energi secara bertahap dan konsisten
- Pemantauan konsumsi energi berbasis teknologi digital

“Kita harus mengubah paradigma dari konsumtif menjadi efisien. Setiap penghematan energi memiliki dampak langsung terhadap stabilitas ekonomi nasional,” kata Anggawira menegaskan.

Peran Dunia Usaha sebagai Motor Penggerak
HIPMI menegaskan bahwa dunia usaha siap menjadi motor penggerak dalam implementasi Gerakan Nasional Hemat Energi melalui:
- Efisiensi operasional dan penggunaan energi di sektor industri
- Investasi pada teknologi hemat energi dan ramah lingkungan
- Audit energi secara berkala untuk meningkatkan produktivitas
- Integrasi efisiensi energi dalam strategi bisnis jangka panjang

“Efisiensi energi bukan hanya soal penghematan biaya, tetapi juga bagian dari strategi meningkatkan daya saing industri nasional di tengah tekanan global,” kata Anggawira.

Dorongan Kebijakan: Insentif dan Regulasi yang Kuat
Selanjutnya agar Gerakan Nasional Hemat Energi dapat berjalan efektif, HIPMI mendorong pemerintah untuk:
1.Memberikan insentif fiskal dan pembiayaan bagi pelaku usaha yang melakukan efisiensi energi
2.Menyusun roadmap nasional penghematan energi yang terintegrasi lintas sektor
3.Memperkuat regulasi dan standar efisiensi energi nasional
4.Mendorong digitalisasi sistem energi untuk transparansi dan kontrol konsumsi
5.Melibatkan sektor swasta dalam implementasi program secara luas

Momentum Menuju Kedaulatan Energi
HIPMI juga menekankan krisis energi saat ini harus menjadi momentum mempercepat transformasi menuju sistem energi yang lebih efisien, tangguh, dan mandiri.

“Hemat energi hari ini adalah fondasi bagi kedaulatan energi Indonesia di masa depan. Ini adalah tanggung jawab bersama: pemerintah, dunia usaha, dan seluruh masyarakat,” kata Anggawira.
(wur)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Gunakan MT Gamkonora,...
Gunakan MT Gamkonora, Pertamina Patra Niaga Tambah 450 Ribu Barel Minyak
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Harga Minyak Global Kembali Melonjak
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kilang-kilang Asia Ogah Ikut Demam Minyak Teluk
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
Rekomendasi
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
KTM 790 Duke 2027 Diperkenalkan...
KTM 790 Duke 2027 Diperkenalkan Kini Lebih Agresif
Prabowo Bakal Resmikan...
Prabowo Bakal Resmikan 1.151 Km Jalan serta Hadiri Munas-Konbes NU
Berita Terkini
Komut Pertamina Mochamad...
Komut Pertamina Mochamad Iriawan: Investasi Terbaik Bangsa pada Manusia
Uang Beredar di Mei...
Uang Beredar di Mei 2026 Capai Rp10.415,9 Triliun, BI: Tumbuh 10,8 Persen
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Baju Bekas Ilegal Senilai Rp37,4 Miliar
Bangun SDM Unggul, Pertamina...
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3
Kebijakan Ekspor Satu...
Kebijakan Ekspor Satu Pintu, Reform Syndicate Sodorkan 5 Rekomendasi Taktis
Kilau Emas Antam Kembali,...
Kilau Emas Antam Kembali, Hari Ini Naik Tipis Rp5 Ribu ke Rp2.673.000 per Gram
Infografis
Profil Sarifah Suraidah...
Profil Sarifah Suraidah Istri Gubernur Kaltim yang Viral di Tengah Polemik Pengadaan Mobdin Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved