Arab Saudi Penyelamat Dunia dari Kiamat Minyak? Pipa Raksasa Bypass Selat Hormuz Pompa 7 Juta Barel
Selasa, 31 Maret 2026 - 08:49 WIB
loading...
A
A
A
Meski pipa ini menjadi solusi, kekhawatiran baru muncul dari arah selatan. Kelompok Houthi di Yaman yang kini menyatakan bergabung dalam perang menimbulkan risiko besar bagi keamanan navigasi di Laut Merah dan Selat Bab El-Mandeb.
Jika Houthi mulai meluncurkan drone atau rudal ke arah kapal tanker di jalur ini, maka satu-satunya 'jalur penyelamat' minyak dunia ini pun bisa terancam lumpuh. Hingga saat ini belum ada serangan langsung, namun pasar tetap dalam posisi siaga satu.
Tanpa jalur pipa Yanbu ini, para analis meyakini harga minyak bisa melesat jauh di atas USD150 per barel. Namun, dengan kapasitas 7 juta barel yang mengalir stabil, Arab Saudi sekali lagi membuktikan reputasinya sebagai eksportir paling andal di dunia.
Bagi negara-negara importir seperti Indonesia, keberhasilan operasional pipa ini memberikan sedikit ruang napas di tengah fluktuasi harga energi yang mencekik anggaran negara.
Jika Houthi mulai meluncurkan drone atau rudal ke arah kapal tanker di jalur ini, maka satu-satunya 'jalur penyelamat' minyak dunia ini pun bisa terancam lumpuh. Hingga saat ini belum ada serangan langsung, namun pasar tetap dalam posisi siaga satu.
Tanpa jalur pipa Yanbu ini, para analis meyakini harga minyak bisa melesat jauh di atas USD150 per barel. Namun, dengan kapasitas 7 juta barel yang mengalir stabil, Arab Saudi sekali lagi membuktikan reputasinya sebagai eksportir paling andal di dunia.
Bagi negara-negara importir seperti Indonesia, keberhasilan operasional pipa ini memberikan sedikit ruang napas di tengah fluktuasi harga energi yang mencekik anggaran negara.
(akr)
Lihat Juga :