Krisis Selat Hormuz, China Beralih Impor Minyak dari AS

Selasa, 31 Maret 2026 - 17:55 WIB
loading...
A A A
Dampak krisis energi juga merembet ke kawasan Asia Tenggara. Sejumlah negara mengalami tekanan pasokan setelah kehilangan akses dari Timur Tengah, bahkan Filipina telah menetapkan status darurat energi nasional akibat lonjakan harga bahan bakar.

Baca Juga: Selat Hormuz Ditutup, Ini Strategi yang Diterapkan 8 Negara Atasi Krisis Energi

Di sisi lain, China mengambil langkah protektif dengan membatasi ekspor bahan bakar dan pupuk untuk menjaga kebutuhan domestik. Namun, dalam praktiknya Beijing tetap menyalurkan pasokan secara selektif ke negara tertentu, seperti Filipina dan Vietnam, guna menjaga stabilitas kawasan sekaligus pengaruh diplomatik.

Perkembangan terbaru menunjukkan dua kapal kontainer China berhasil melintasi Selat Hormuz, menandai kembalinya aktivitas terbatas di jalur tersebut. Meski demikian, ketidakpastian masih tinggi karena Iran belum membuka opsi normalisasi jalur tersebut selama konflik berlangsung.

Dengan kondisi ini, negara-negara Asia terus mencari sumber energi alternatif, dan bagi China, langkah diversifikasi ke Amerika Serikat menjadi strategi kunci untuk menjaga ketahanan energi di tengah krisis global.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Panel Energi SPIEF 2026...
Panel Energi SPIEF 2026 Bahas Prospek Harga Minyak Tahun Depan, Bakal Tembus USD170 per Barel?
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Rekomendasi
Akvindo: Tembakau Alternatif...
Akvindo: Tembakau Alternatif Kurangi Paparan Asap Rokok
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Polisi Imbau Mahasiswa...
Polisi Imbau Mahasiswa Waspadai Demo Hari Ini Ditunggangi
Berita Terkini
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Harga Obat, BPOM Permudah Perizinan Bahan Baku Impor
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Pemutakhiran NIK Jadi...
Pemutakhiran NIK Jadi Kunci Pembebasan PBB-P2 di Jakarta
ESDM Menjawab Isu Pasokan...
ESDM Menjawab Isu Pasokan Batubara Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Pulau Jawa
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved