Krisis Selat Hormuz, China Beralih Impor Minyak dari AS

Selasa, 31 Maret 2026 - 17:55 WIB
loading...
Krisis Selat Hormuz,...
Krisis Selat Hormuz akibat konflik Timur Tengah mendorong China mengalihkan strategi pasokan energi. FOTO/NYPost
A A A
JAKARTA - Krisis Selat Hormuz akibat konflik Timur Tengah mendorong China mengalihkan strategi pasokan energinya dengan kembali melirik impor minyak mentah dari Amerika Serikat (AS). Langkah ini diambil sebagai respons terhadap gangguan distribusi energi global yang semakin parah dalam dua bulan terakhir. Perubahan arah kebijakan energi tersebut menandai upaya Beijing menjaga stabilitas pasokan domestik di tengah ketidakpastian geopolitik yang terus meningkat.

Analis pasar energi yang berbasis di Beijing menyebut langkah tersebut berpotensi menjadi keputusan darurat jika krisis berlanjut. "Beijing bahkan mungkin menangguhkan sementara tarif tambahan untuk energi AS jika krisis pasokan terus berlanjut, karena ini bisa menjadi kondisi darurat nasional," ujarnya seperti dikutip dari laporan pasar energi internasional.

Baca Juga: Krisis Selat Hormuz Makin Parah, Lebih dari 40 Negara Terapkan Darurat BBM

Penutupan efektif Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia, telah mengguncang pasar sejak eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran pada akhir Februari 2026. Situasi ini memaksa sejumlah negara, termasuk China, untuk mencari alternatif sumber energi.

Laporan Nikkei Asia menyebutkan kapal tanker tujuan China tengah bersiap memuat sekitar 600.000 barel minyak mentah di pelabuhan AS, yang akan menjadi impor pertama sejak pertengahan 2025. Sementara itu, ekspor minyak mentah AS juga meningkat signifikan, dengan pelabuhan Corpus Christi mencatat kenaikan sekitar 200.000 barel per hari sejak konflik dimulai.



Secara keseluruhan, ekspor minyak AS diproyeksikan mencapai rekor 4,6 juta barel per hari pada Maret 2026, mencerminkan lonjakan permintaan global di tengah terganggunya pasokan dari Timur Tengah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Rekomendasi
Bukan Sekadar Kuota,...
Bukan Sekadar Kuota, Rustini Dorong Perempuan Ambil Keputusan Strategis
Tak Hanya untuk Rebo...
Tak Hanya untuk Rebo Wekasan, 12 Doa Tolak Bala Bisa Diamalkan Kapan Saja
Hakim Kabulkan Eksepsi...
Hakim Kabulkan Eksepsi Dokter Tifa, Pengacara Jokowi Yakin Sidang Tetap Lanjut
Berita Terkini
MNC Life, INKOPDIT dan...
MNC Life, INKOPDIT dan PANDAI Kolaborasi Perluas Akses Asuransi Jiwa bagi Anggota Koperasi Kredit
Bahas Efisiensi Anggaran...
Bahas Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Baru Bakal Bertemu Minggu Depan
Bagaimana Public Listing...
Bagaimana Public Listing Mengubah Perusahaan Crypto?
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved