Strategi Hemat Energi Harus Berbasis Efisiensi, Bukan Pembatasan

Selasa, 31 Maret 2026 - 22:09 WIB
loading...
Strategi Hemat Energi...
Upaya penghematan BBM tidak selalu identik dengan pembatasan aktivitas ekonomi. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Upaya penghematan bahan bakar minyak (BBM) dan bahan bakar gas (BBG) tidak selalu identik dengan pembatasan aktivitas ekonomi. Pendekatan efisiensi justru dinilai mampu meningkatkan produktivitas, selama dilakukan secara terukur dan berbasis kebutuhan. Menurut dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember, Ciplis Gema Qoriah, menekankan, konsep hemat energi lebih pada kecerdasan dalam penggunaan.

"Artinya dengan ketersediaan yang ada, mampu mengoptimalkan antara biaya dan manfaat dengan dukungan mitigasi risiko yang baik, mengoptimalkan sistem digital dan menciptakan sistem yang tertata lebih rapi," katanya.

Pada skala rumah tangga, langkah efisiensi dapat dimulai dari hal sederhana seperti penggunaan listrik sesuai kebutuhan, memilih perangkat elektronik berdaya rendah, hingga pengelolaan konsumsi gas secara efektif. Selain itu, perencanaan penggunaan BBM untuk mobilitas harian juga menjadi faktor penting, termasuk mempertimbangkan jarak, akses jalan, dan urgensi aktivitas.

Baca Juga: Krisis Selat Hormuz Makin Parah, Lebih dari 40 Negara Terapkan Darurat BBM

Pendekatan ini membuat alokasi energi menjadi lebih tepat sasaran tanpa mengurangi produktivitas. Ke depan, pemanfaatan energi alternatif seperti panel surya di tingkat rumah tangga dinilai berpotensi dikembangkan, dengan dukungan kebijakan pemerintah dalam bentuk subsidi bertahap.

Pada level industri, prinsip efisiensi diterapkan dalam skala lebih besar. Penggunaan energi perlu direncanakan berdasarkan prioritas produksi dan target pendapatan. Optimalisasi teknologi, termasuk kecerdasan buatan, turut berperan dalam menekan biaya sekaligus meningkatkan kualitas output.

Efisiensi juga dapat diperkuat melalui desain sistem produksi dan pencahayaan modern yang hemat energi. Di sisi lain, inovasi energi non-fosil seperti tenaga surya, air, angin, dan sumber kinetik mulai menjadi alternatif strategis untuk mengurangi ketergantungan pada energi konvensional. Dalam konteks yang lebih luas, peran pemerintah menjadi krusial melalui pembangunan infrastruktur transportasi yang efisien.

"Pemerintah perlu memperbaiki infastruktur jalan darat yang rusak secara berkala untuk mengurangi kebutuhan BBM kendaraan. Semakin tidak bagus jalan semakin banyak energi yang dikeluarkan, dan itu berbiaya," tambahnya.

Ciplis juga menilai pengembangan jalur tol, serta peningkatan moda transportasi laut dan udara akan mampu menekan konsumsi BBM sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Pemerintah juga didorong membangun sistem data transportasi dan distribusi yang terintegrasi guna meningkatkan efisiensi arus barang dan jasa antarwilayah. Upaya mitigasi risiko bencana turut menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran jalur distribusi.



Seiring dengan potensi menipisnya energi fosil, percepatan transisi menuju energi baru dan terbarukan menjadi kebutuhan strategis. Kebijakan konversi energi dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan ekonomi sekaligus mengurangi dampak lingkungan.

Wakil Ketua Kadin Jawa Timur Edi Purwanto menegaskan, efisiensi energi tidak berkaitan dengan pengurangan aktivitas. "Namun lebih pada upaya untuk meminimalisir potensi pemborosan dalam suatu aktifitas dengan cara melakukan efisiensi, punya skala prioritas dan lebih terukur," terangnya.

Langkah konkret yang dapat dilakukan antara lain melakukan substitusi energi dari BBM ke listrik atau gas, mengatur waktu operasional industri, serta melakukan perawatan rutin mesin produksi. Selain itu, evaluasi sistem transportasi dan logistik menjadi kunci karena sektor ini menyerap energi dalam jumlah besar.

Baca Juga: Bahlil Tegaskan Harga BBM Tak Naik 1 April, Pasokan Aman

Digitalisasi juga menjadi solusi penting, terutama dalam mengurangi mobilitas fisik yang tidak perlu. Pemanfaatan pertemuan daring dinilai mampu menjaga produktivitas tanpa meningkatkan konsumsi energi. Berdasarkan gambaran kebutuhan energi, beban terbesar rumah tangga masih berasal dari sektor transportasi. Konsumsi BBM harian per rumah tangga berada pada kisaran 3 hingga 12 liter, sementara listrik dan BBG cenderung lebih stabil. Hal ini menunjukkan bahwa strategi efisiensi paling berdampak terletak pada pengelolaan mobilitas.

Dengan pendekatan terintegrasi dari rumah tangga, industri, hingga kebijakan pemerintah, efisiensi energi dapat menjadi solusi untuk menjaga produktivitas ekonomi sekaligus menghadapi tantangan keterbatasan sumber daya energi di masa depan
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mobil 1.400 cc Dilarang...
Mobil 1.400 cc Dilarang Isi BBM Pertalite per 1 Juni 2026 Tidak Benar, Begini Penjelasan Pertamina
Jadi Mesin Investasi...
Jadi Mesin Investasi Baru, Danantara Didorong Akhiri Inefisiensi di BUMN
NHM Dorong Efisiensi...
NHM Dorong Efisiensi dan Inovasi Lingkungan dalam Seminar Nasional ITNY
Airlangga: WFH Sehari...
Airlangga: WFH Sehari bagi ASN Tiap Jumat Hemat APBN Rp6,2 Triliun
Indonesia 70% Masih...
Indonesia 70% Masih Impor LPG, Bahlil Minta Masyarakat Berhemat
HIPMI Desak Gerakan...
HIPMI Desak Gerakan Nasional Hemat Energi di Tengah Ancaman Krisis Global
Polinema Bantu Petani-UMKM...
Polinema Bantu Petani-UMKM Melon Blitar Go Digital dan Hemat Energi
Pembelian Pertalite...
Pembelian Pertalite Dibatasi Rp50 Ribu di Palangka Raya, Pemkot Terbitkan Aturan Baru
Muhammadiyah Terbitkan...
Muhammadiyah Terbitkan Edaran Efisiensi dan Hidup Hemat: Kurangi Kegiatan Seremonial hingga Perjalanan Luar Negeri
Rekomendasi
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Makin Ketat, Ini Kriteria yang Dicari Para Juri
Bintang Ghana Thomas...
Bintang Ghana Thomas Partey Dilarang Masuk Kanada Buntut Kasus Pelecehan Seksual
Daftar Wakil Indonesia...
Daftar Wakil Indonesia yang Lolos ke BWF World Championships 2026
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
Infografis
10 Fakta Konflik AS...
10 Fakta Konflik AS - Venezuela: Perebutan Pengaruh dan Energi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved