Cetak Rekor 70 Bulan Berturut, Surplus Neraca Dagang RI di Februari 2026 Capai USD1,27 Miliar
Rabu, 01 April 2026 - 12:50 WIB
loading...
A
A
A
Tiga besar negara tujuan ekspor Indonesia adalah China, Amerika Serikat, dan India. Kontribusi ketiga negara ini sekitar 43,85% dari total ekspor nonmigas Indonesia pada Januari-Februari 2026.
China masih menjadi pasar ekspor utama komoditas nonmigas Indonesia dengan nilai mencapai USD10,46 miliar (24,69%), disusul Amerika Serikat sebesar USD5,00 miliar (11,81%), dan India sebesar USD3,11 miliar (7,35%).
Ekspor nonmigas ke China pada periode Januari-Februari 2026 didominasi oleh komoditas besi dan baja, nikel dan barang daripadanya, serta bahan bakar mineral.
Sementara ekspor ke Amerika Serikat didominasi oleh mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya, alas kaki, pakaian dan aksesorisnya (rajutan). Baca Juga: Neraca Dagang Jaga Tren Surplus 68 Bulan Beruntun, Desember 2025 Capai USD2,51 Miliar
Selain itu nilai impor Indonesia secara kumulatif hingga Februari 2026 mencapai USD42,09 miliar, atau naik 14,44% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Penyumbang utama masih berasal dari sektor nonmigas, dengan nilai impor USD36,93 miliar, naik 17,49%. Sedangkan impor migas mengalami penurunan 3,50% menjadi USD5,16 miliar.
China masih menjadi pasar ekspor utama komoditas nonmigas Indonesia dengan nilai mencapai USD10,46 miliar (24,69%), disusul Amerika Serikat sebesar USD5,00 miliar (11,81%), dan India sebesar USD3,11 miliar (7,35%).
Ekspor nonmigas ke China pada periode Januari-Februari 2026 didominasi oleh komoditas besi dan baja, nikel dan barang daripadanya, serta bahan bakar mineral.
Sementara ekspor ke Amerika Serikat didominasi oleh mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya, alas kaki, pakaian dan aksesorisnya (rajutan). Baca Juga: Neraca Dagang Jaga Tren Surplus 68 Bulan Beruntun, Desember 2025 Capai USD2,51 Miliar
Selain itu nilai impor Indonesia secara kumulatif hingga Februari 2026 mencapai USD42,09 miliar, atau naik 14,44% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Penyumbang utama masih berasal dari sektor nonmigas, dengan nilai impor USD36,93 miliar, naik 17,49%. Sedangkan impor migas mengalami penurunan 3,50% menjadi USD5,16 miliar.
Lihat Juga :