Dilema Kenaikan Harga BBM di Tengah Lonjakan Minyak Dunia dan Kejatuhan Rupiah ke Rp17.000
Minggu, 05 April 2026 - 21:29 WIB
loading...
A
A
A
Halim Alamsyah, pakar ekonomi Prasasti yang juga mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia, memproyeksikan risiko fiskal yang nyata. "Kami memperkirakan defisit fiskal berpotensi melebar ke kisaran 3,3-3,5 persen dari PDB. Ini melampaui batas aman 3 persen yang selama ini dijaga ketat oleh pemerintah," ungkap Halim.
Jika kondisi ini terus berlanjut, pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi akan melambat ke level 4,7-4,9%, di bawah rata-rata historis 5%. Baca Juga: Harga BBM Tak Naik, Purbaya Ungkap Subsidi Energi Bisa Bengkak Rp100 Triliun
Prasasti menganalisis bahwa jika pemerintah akhirnya memutuskan untuk menyesuaikan harga BBM, dampaknya terhadap inflasi akan sangat signifikan. Penyesuaian harga diperkirakan bakal menyumbang tambahan 0,7 hingga 1,8 poin persentase terhadap inflasi nasional.
Policy and Program Director Prasasti, Piter Abdullah menilai langkah pemerintah menahan harga saat ini adalah upaya menjaga daya beli. Namun, ia mengingatkan masyarakat dan pelaku usaha untuk mulai bersiap.
"Apabila kenaikan harga minyak berlangsung hingga akhir tahun, akan semakin sulit menahan harga BBM. Masyarakat perlu memahami bahwa penyesuaian harga adalah respons kebijakan yang wajar, asalkan diikuti kompensasi yang tepat sasaran," jelas Piter.
Lihat Juga :