Bahlil Bisa Tidur Nyenyak: RI Sudah Lewati Masa Kritis LPG
Jum'at, 10 April 2026 - 20:26 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Indonesia Punya 2 Pabrik LPG Baru, Mampu Produksi 200 Metrik Ton per hari
"Mulai 2 hari kemarin, LPG kita cadangannya sudah di atas 10 hari, sudah mendekati normal. Jadi tidak perlu keraguan lagi," tambahnya.
Sebelumnya Sesditjen Migas Kementerian ESDM, Muhammad Rizwi Jilanisaf Hisjam menjelaskan, kebijakan peralihan ekspor untuk mengutamakan kebutuhan dalam negeri bertujuan untuk menekan tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG.
Ia mengakui bahwa produksi dalam negeri masih belum mampu memenuhi kebutuhan, sehingga pasokan LPG nasional masih didominasi impor. Kondisi ini semakin menantang akibat dinamika geopolitik global, termasuk kendala distribusi di jalur strategis seperti Selat Hormuz.
"LPG yang selama ini digunakan oleh industri kami upayakan dialihkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama LPG 3 kg yang sangat dibutuhkan,” ujar Rizwi dalam Raker bersama Komisi XII DPR RI, Rabu (8/4).
"Mulai 2 hari kemarin, LPG kita cadangannya sudah di atas 10 hari, sudah mendekati normal. Jadi tidak perlu keraguan lagi," tambahnya.
Sebelumnya Sesditjen Migas Kementerian ESDM, Muhammad Rizwi Jilanisaf Hisjam menjelaskan, kebijakan peralihan ekspor untuk mengutamakan kebutuhan dalam negeri bertujuan untuk menekan tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG.
Ia mengakui bahwa produksi dalam negeri masih belum mampu memenuhi kebutuhan, sehingga pasokan LPG nasional masih didominasi impor. Kondisi ini semakin menantang akibat dinamika geopolitik global, termasuk kendala distribusi di jalur strategis seperti Selat Hormuz.
"LPG yang selama ini digunakan oleh industri kami upayakan dialihkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama LPG 3 kg yang sangat dibutuhkan,” ujar Rizwi dalam Raker bersama Komisi XII DPR RI, Rabu (8/4).
(akr)
Lihat Juga :