Bangun Storage LNG di Serangan, Negara Setiap Tahun Bisa Hemat Rp8,4 Triliun
Jum'at, 10 April 2026 - 21:53 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Pertamina dan ExxonMobil Menjajaki Pengembangan Carbon Capture Storage Hub
Dari sisi lingkungan, langkah ini disebut sebagai napas segar bagi Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia. Energi yang bersumber dari LNG jauh lebih ramah lingkungan dibandingkan energi fosil seperti solar yang sangat polutif. Udara yang lebih bersih dinilai menjadi modal utama untuk menjaga kenyamanan wisatawan mancanegara dan domestik agar betah tinggal lebih lama di Bali.
"Bali ini etalase pariwisata Indonesia. Kalau udaranya kotor karena genset diesel di mana-mana, wisatawan bisa kabur. Transisi ke LNG ini bukan hanya urusan energi, tapi juga urusan menjaga citra dan masa depan ekonomi Bali," ujar Dicky.
Program ini juga beriringan dengan kebijakan pemerintah pusat yang berencana menutup atau mempensiunkan 13 pembangkit listrik tenaga diesel di berbagai wilayah. Dengan dukungan infrastruktur seperti terminal khusus LNG di Serangan, suplai energi bersih ke hotel, restoran, dan industri di Bali dipastikan akan lebih stabil dan berkelanjutan.
Atas dasar urgensi ekonomi dan lingkungan tersebut, kalangan pelaku usaha energi dan pariwisata berharap agar pembangunan terminal LNG di Pantai Serangan mendapat dukungan penuh dari semua pihak.
"Pembangunan storage LNG ini perlu kita dukung bersama. Ini wujud nyata dari visi swasembada energi yang dicanangkan Presiden Prabowo. Bali harus menjadi contoh percontohan transisi energi bersih di Indonesia," katanya.
Dari sisi lingkungan, langkah ini disebut sebagai napas segar bagi Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia. Energi yang bersumber dari LNG jauh lebih ramah lingkungan dibandingkan energi fosil seperti solar yang sangat polutif. Udara yang lebih bersih dinilai menjadi modal utama untuk menjaga kenyamanan wisatawan mancanegara dan domestik agar betah tinggal lebih lama di Bali.
"Bali ini etalase pariwisata Indonesia. Kalau udaranya kotor karena genset diesel di mana-mana, wisatawan bisa kabur. Transisi ke LNG ini bukan hanya urusan energi, tapi juga urusan menjaga citra dan masa depan ekonomi Bali," ujar Dicky.
Program ini juga beriringan dengan kebijakan pemerintah pusat yang berencana menutup atau mempensiunkan 13 pembangkit listrik tenaga diesel di berbagai wilayah. Dengan dukungan infrastruktur seperti terminal khusus LNG di Serangan, suplai energi bersih ke hotel, restoran, dan industri di Bali dipastikan akan lebih stabil dan berkelanjutan.
Atas dasar urgensi ekonomi dan lingkungan tersebut, kalangan pelaku usaha energi dan pariwisata berharap agar pembangunan terminal LNG di Pantai Serangan mendapat dukungan penuh dari semua pihak.
"Pembangunan storage LNG ini perlu kita dukung bersama. Ini wujud nyata dari visi swasembada energi yang dicanangkan Presiden Prabowo. Bali harus menjadi contoh percontohan transisi energi bersih di Indonesia," katanya.
(akr)
Lihat Juga :