Hindari Timur Tengah, 40% Kapal Global Kini Isi BBM di Bunker Mauritius

Minggu, 12 April 2026 - 07:55 WIB
loading...
A A A
Penyesuaian rute pelayaran ini tidak hanya dipicu oleh faktor keamanan, tetapi juga dinamika permintaan minyak, gas, dan komoditas global yang terdampak gangguan pasokan dari Timur Tengah. Lonjakan harga bahan bakar di pasar internasional turut menciptakan pola pengiriman yang tidak biasa, yang pada akhirnya mengubah peta titik pengisian ulang bahan bakar kapal di berbagai belahan dunia.

Mauritius yang terletak strategis di antara Asia dan ujung selatan Afrika sebelumnya telah mencatatkan pertumbuhan penjualan bahan bakar hingga satu juta ton pada 2025. Tren ini terus menguat sejak kapal-kapal mulai menghindari serangan di Laut Merah dan memilih memutar melewati Tanjung Harapan, yang juga berdampak pada peningkatan aktivitas di Pelabuhan Walvis Bay, Namibia.

Baca Juga: Menakar Risiko Besar Menahan Harga BBM Terlalu Lama: Beban Fiskal Makin Berat

Hingga saat ini, pemasok bahan bakar dan perusahaan minyak di Port Louis dilaporkan masih mampu memenuhi lonjakan permintaan tersebut berkat kapasitas penyimpanan yang memadai. Sebagian besar distribusi bahan bakar dilakukan melalui mekanisme kapal tongkang terapung untuk menjaga efisiensi operasional di tengah kepadatan lalu lintas laut.

Sebagai langkah antisipasi jangka panjang, pihak otoritas pelabuhan telah menyiapkan fasilitas penyimpanan tambahan yang tertuang dalam rencana induk pembangunan. Lahan untuk proyek perluasan ini telah disiapkan guna memastikan Mauritius tetap mampu melayani kebutuhan energi bagi armada pelayaran internasional yang terus meningkat.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Panel Energi SPIEF 2026...
Panel Energi SPIEF 2026 Bahas Prospek Harga Minyak Tahun Depan, Bakal Tembus USD170 per Barel?
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
Impor Energi dari 41...
Impor Energi dari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia: Kami Cari yang Paling Murah!
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Rekomendasi
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
AS Juara Piala Dunia...
AS Juara Piala Dunia 2026, Jeep Siap Bagi-bagi Mobil Wrangler
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
Iran-Israel Perang,...
Iran-Israel Perang, Ini Peta Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved