Rupiah Diprediksi Tak Bertaji Pekan Depan di Atas Rp17.000

Minggu, 12 April 2026 - 21:00 WIB
loading...
Rupiah Diprediksi Tak...
Nilai tukar rupiah diprediksi masih dalam tekanan dan bertahan di atas level Rp17.000 per dolar AS pada pekan depan. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah diprediksi masih dalam tekanan dan bertahan di atas level Rp17.000 per dolar AS pada pekan depan. Ketidakpastian global terutama akibat eskalasi konflik di Timur Tengah, menjadi faktor utama yang memicu volatilitas pasar keuangan.

"Pelemahan mata uang rupiah kemungkinan masih akan bertahan di atas level 17.000," ujar pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi dalam risetnya, Minggu (12/4/2026).

Baca Juga: Indonesia Lanjutkan Aksi Dedolarisasi, Transaksi Mata Uang Lokal Tembus Rp144 Triliun

Ibrahim memproyeksikan pergerakan pasar global akan mengalami fluktuasi tajam, seiring potensi pelebaran rentang perdagangan Indeks Dolar AS. Secara teknikal, indeks dolar diperkirakan bergerak di kisaran support 97,00 hingga resistance 100,90, bahkan berpotensi melebar hingga 101,00.

Penguatan dolar AS tersebut dinilai menjadi salah satu faktor utama yang menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Kondisi ini diperparah oleh meningkatnya ketidakpastian geopolitik yang memicu pergeseran arus modal global.

Fokus pelaku pasar saat ini tertuju pada dinamika hubungan Amerika Serikat dan Iran. Ibrahim memaparkan, hasil perundingan kedua negara akan menjadi penentu arah harga minyak dan inflasi global dalam jangka pendek.

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Tembus 18.009...
Rupiah Tembus 18.009 per Dolar AS, Pasar Respons Negatif Mundurnya Bos BI
Efek Gubernur BI Mundur,...
Efek Gubernur BI Mundur, Rupiah Melemah ke Rp17.972 per Dolar AS
Sepekan ke Depan, Rupiah...
Sepekan ke Depan, Rupiah Masih Akan Dibayangi Tekanan
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
EskaIasi Laut Merah...
EskaIasi Laut Merah Tekan Rupiah, Dolar AS Ditutup ke Rp17.936 Sore Ini
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%,  Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
Secret Service hingga...
Secret Service hingga FBI Dilibatkan Uji Keaslian Dolar Sitaan Kasus Febrie Adriansyah, Ini Alasannya
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Rekomendasi
Rudal Iran Makin Akurat...
Rudal Iran Makin Akurat Gempur Pangkalan AS, Benar Canggih atau Dibantu Rusia dan China?
Soal Waktu : Benarkah...
Soal Waktu : Benarkah Sehari di Akhirat Sama dengan 1.000 Tahun di Dunia?
30 Tahun Kudatuli, Megawati...
30 Tahun Kudatuli, Megawati Resmikan Monumen dan Sampaikan Pesan Tegas: Jangan Terjadi Lagi!
Berita Terkini
PLN EPI Dorong Standardisasi...
PLN EPI Dorong Standardisasi Biomassa, Efisiensi Rantai Pasok Jadi Penentu
Pengusaha Minta Transisi...
Pengusaha Minta Transisi Gubernur BI Berjalan Transparan dan Kredibel
Prioritaskan Lingkungan,...
Prioritaskan Lingkungan, PT Dairi Prima Mineral Pilih Tambang Bawah Tanah
Rupiah Tembus 18.009...
Rupiah Tembus 18.009 per Dolar AS, Pasar Respons Negatif Mundurnya Bos BI
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Jatuh ke 6.185 di Tengah Mundurnya Bos BI
Purbaya Bakal Menemui...
Purbaya Bakal Menemui Pejabat BI usai Perry Warjiyo Mundur
Infografis
10 Pesawat Tempur Paling...
10 Pesawat Tempur Paling Laku di Pasaran, Juaranya Tak Terduga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved