AS Ancam Blokir Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Diramal Tembus USD150 per Barel

Senin, 13 April 2026 - 16:46 WIB
loading...
AS Ancam Blokir Selat...
Harga minyak mentah dunia diproyeksikan dapat melonjak hingga menyentuh level USD150 per barel menyusul rencana AS untuk memblokade Selat Hormuz. FOTO/AP
A A A
JAKARTA -
Harga minyak mentah dunia diproyeksikan dapat melonjak hingga menyentuh level USD150 per barel menyusul rencana Amerika Serikat (AS) untuk memblokade Selat Hormuz. Langkah Washington ini memicu kekhawatiran global terhadap stabilitas pasokan energi setelah kegagalan negosiasi dengan Iran.

"Angka yang kita lihat saat ini di kisaran USD103 dengan kenaikan 8 persen sama sekali tidak mencerminkan apa yang bisa terjadi jika AS benar-benar memutuskan melakukan intersepsi ini. Seharusnya harga berada di level USD140 hingga USD150," ujar Direktur Pengelola Onyx Capital Group, Jorge Montepeque dalam wawancara dengan Bloomberg Television, dikutip The Economic Times pada Senin (13/4/2026).

Baca Juga: Trump Ancam Blokade Selat Hormuz, Iran Pantau Semua Pergerakan Militer AS

Montepeque memperingatkan blokade tersebut akan mengubah konflik regional menjadi krisis global. Risiko kehilangan pasokan minyak mentah dunia diperkirakan mencapai 12 juta barel per hari jika eskalasi di wilayah perairan strategis tersebut terus meningkat.

Menurutnya, pasar saat ini masih bereaksi relatif tenang karena para pelaku perdagangan menganggap skenario pemblokiran penuh sebagai langkah gila dan sulit dipercaya. Namun, dampak nyata dari kebijakan tersebut justru akan dirasakan secara mendalam oleh negara-negara di kawasan Asia dan Pasifik Selatan yang sangat bergantung pada impor minyak.

Pantauan pasar pada Senin menunjukkan kontrak berjangka minyak Brent telah naik sebesar 7,98 persen menjadi USD102,80 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 8,61 persen menjadi USD104,88 per barel, merespons langsung pernyataan keras dari Gedung Putih.



Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan, Angkatan Laut AS akan mulai memblokir semua kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz. Selain melakukan intersepsi, pasukan AS diperintahkan untuk membersihkan ranjau laut dan menargetkan kapal-kapal yang terindikasi melakukan pembayaran tol kepada pihak Iran.

Analis MST Marquee, Saul Kavonic, menilai kebijakan ini akan membatasi sisa aliran minyak terkait Iran hingga 2 juta barel per hari. Hal ini memperburuk gangguan pasokan yang selama ini sudah membebani pasar energi internasional pasca-runtuhnya kesepakatan gencatan senjata.

Senada dengan itu, analis ANZ Brian Martin dan Daniel Hynes menyatakan bahwa langkah blokade akan menghambat ekspor dari produsen-produsen minyak utama di Teluk Persia. Jalur tersebut merupakan urat nadi distribusi energi dunia yang hingga kini belum memiliki alternatif sepadan.

Baca Juga: Lewati Selat Hormuz Wajib Bayar Iran Pakai Bitcoin, Bagaimana Nasib Kapal Tanker RI?

Data pengiriman menunjukkan aktivitas di Selat Hormuz mulai melambat secara drastis sejak awal pekan ini. Hanya terdapat pergerakan minimal di wilayah tersebut, dengan sebagian besar kapal tanker memilih untuk menunggu kepastian keamanan di tengah ancaman militer yang membayangi.

Pihak Pengawal Revolusioner Iran telah mengeluarkan peringatan keras terhadap setiap kapal militer yang mendekati wilayah tersebut. Teheran menyatakan akan menangani setiap pelanggaran wilayah secara tegas dan menganggap kehadiran militer asing sebagai bentuk provokasi terhadap kedaulatan mereka.

Situasi ini menempatkan ekonomi global dalam posisi rentan, mengingat Selat Hormuz adalah jalur lintasan bagi hampir sepertiga dari total perdagangan minyak dunia melalui laut. Jika Washington tidak meredakan ketegangan, volatilitas harga energi diprediksi akan menjadi beban baru bagi pemulihan ekonomi di berbagai negara.

Meski demikian, Montepeque meyakini harga minyak masih memiliki peluang untuk stabil di kisaran USD100 per barel sepanjang tahun ini. Syarat utamanya adanya langkah deeskalasi dari pihak Washington guna mencegah gangguan distribusi energi yang lebih masif secara global.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Harga Minyak Global Kembali Melonjak
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kilang-kilang Asia Ogah Ikut Demam Minyak Teluk
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Rekomendasi
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Profil Eloy Room, Kiper...
Profil Eloy Room, Kiper Moncer Timnas Curacao yang Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026
Buronan Kasus Penipuan...
Buronan Kasus Penipuan Bisnis Batu Bara Rp7 Miliar Ditangkap di Bandara Soetta
Berita Terkini
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved