Hindari Selat Hormuz, Pelabuhan Mauritius Alami Lonjakan Kapal hingga 42%

Senin, 13 April 2026 - 19:51 WIB
loading...
Hindari Selat Hormuz,...
Kapal MV Wakashio terbaring di Samudra Hindia dekat Taman Laut Blue Bay di bagian tenggara Mauritius. FOTO/ABC
A A A
JAKARTA - Pelabuhan Port Louis di Mauritius mengalami lonjakan aktivitas kapal hingga 42% pada Maret 2026 seiring pengalihan rute pelayaran global akibat konflik di Iran. Gangguan Selat Hormuz memaksa industri maritim mencari jalur alternatif termasuk melalui Tanjung Harapan di Afrika.

"Panggilan bunker di Pelabuhan Port Louis melonjak menjadi 294 kapal pada Maret, naik dari 207 kapal pada bulan sebelumnya," demikian Data Mauritius Ports Authority seperti dilaporkan Bloomberg, Senin (13/4/2026).

Baca Juga: AS Ancam Blokir Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Diramal Tembus USD150 per Barel

Lonjakan tersebut turut diikuti peningkatan volume pengisian bahan bakar kapal dari 69.680 ton menjadi 109.708 ton. Kondisi tersebut mencerminkan meningkatnya kebutuhan pengisian bahan bakar bagi kapal yang menghindari jalur Teluk Persia.



Meski gencatan senjata dua minggu antara Amerika Serikat (AS) dan Iran telah diumumkan sejak 7 April, lalu lintas kapal di Selat Hormuz masih jauh dari normal. Sebelum konflik, sekitar 120 hingga 140 kapal melintas setiap hari, namun kini hanya sebagian kecil yang berani melintasi jalur tersebut.

Baca Juga: Tak Mau Bantu AS Lawan Iran, Trump Ancam Hentikan Dana Triliun Dolar untuk NATO

Selain faktor keamanan, kebijakan Iran yang mewajibkan koordinasi dengan militer serta pembayaran tol transit turut menghambat pelayaran. Situasi ini menciptakan ketidakpastian baru bagi operator kapal dan perusahaan logistik global.

Perubahan rute pelayaran juga berdampak pada lonjakan ekspor minyak dari AS. Data menunjukkan sekitar 172 kapal tanker minyak mentah sedang menuju Pantai Teluk AS, dengan proyeksi ekspor mendekati 4,9 juta barel per hari pada April.

Di sisi lain, gangguan distribusi ini mendorong kenaikan tajam pendapatan perusahaan tanker. Rata-rata pendapatan kapal tanker dilaporkan mencapai USD133.735 per hari, jauh di atas rata-rata tahun sebelumnya dengan tarif kapal besar bahkan menembus USD200.000 hingga USD300.000 per hari. Pemulihan lalu lintas Selat Hormuz diperkirakan membutuhkan waktu hingga enam hingga delapan minggu. Untuk saat ini, jalur tersebut masih dibayangi ketidakpastian yang tinggi.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Harga Minyak Global Kembali Melonjak
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kilang-kilang Asia Ogah Ikut Demam Minyak Teluk
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Rekomendasi
Pertamina Mandalika...
Pertamina Mandalika Racing Series Putaran 2, Asah Potensi Pembalap Muda Indonesia
Aktivitas Gunung Anak...
Aktivitas Gunung Anak Krakatau Meningkat, Masyarakat Diimbau Waspada
Kadishub DKI Sangkal...
Kadishub DKI Sangkal Anak Buahnya Minta Duit Rp250 Ribu ke Ojol yang Motornya Diangkut
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Said Iqbal Blak-blakan...
Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
BPDP dan AKPY Latih...
BPDP dan AKPY Latih Petani Kotim Tingkatkan Kualitas Panen Sawit Rakyat
Rupiah Menguat Tipis...
Rupiah Menguat Tipis dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Langkah Membumi 2026...
Langkah Membumi 2026 Dimulai, Hadirkan Program Sustainability yang Lebih Pop untuk Anak Muda
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Infografis
7 Fakta Pulau Pedofil...
7 Fakta Pulau Pedofil Jeffrey Epstein: Kuil Misterius hingga Dugaan Kejahatan Seksual
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved