Program Biodiesel Dinilai Efektif Tekan Impor BBM, Hemat Devisa USD10 Miliar per Tahun
Selasa, 14 April 2026 - 16:13 WIB
loading...
A
A
A
Ia mengingatkan, salah satu tujuan Indonesia mengembangkan bioenergi sawit adalah untuk memperbaiki lingkungan. Penggunaan biodiesel dinilai lebih ramah karena menghasilkan emisi gas rumah kaca yang lebih rendah dibandingkan bahan bakar fosil. Ia menjelaskan, konsumsi energi fosil secara global merupakan kontributor utama emisi yakni sekitar 70-80% yang memicu pemanasan global (global warming) dan perubahan iklim (global climate change).
"Dengan menggunakan bioenergi sawit, Indonesia telah berkontribusi mengurangi emisi global. Artinya, penggunaan bioenergi sawit juga memperbaiki lingkungan hidup dan bukan merusak lingkungan," tegasnya.
Baca Juga: Pasokan Biodesel Dukung Pengembangan Swasembada Energi
Tungkot meyakini, bioenergi sawit merupakan bagian penting dari cita-cita Indonesia mewujudkan swasembada dan kemandirian energi pada masa mendatang. Dengan demikian, Indonesia tak akan lagi bergantung kepada impor BBM fosil.
Peningkatan pemanfaatan biodiesel di dalam negeri ini akan berdampak luas tidak hanya pada sektor energi tetapi juga perekonomian secara keseluruhan. Kebijakan ini memberikan efek positif bagi industri kelapa sawit. Permintaan terhadap CPO akan meningkat sehingga dapat membantu menjaga harga tandan buah segar (TBS) di tingkat petani. "Oleh karena itu, produktivitas kebun sawit harus terus ditingkatkan dan teknologi pengolahan bioenergi diperbaiki secara terus-menerus sehingga diperoleh teknologi yang semakin efisien," pungkasnya.
"Dengan menggunakan bioenergi sawit, Indonesia telah berkontribusi mengurangi emisi global. Artinya, penggunaan bioenergi sawit juga memperbaiki lingkungan hidup dan bukan merusak lingkungan," tegasnya.
Baca Juga: Pasokan Biodesel Dukung Pengembangan Swasembada Energi
Tungkot meyakini, bioenergi sawit merupakan bagian penting dari cita-cita Indonesia mewujudkan swasembada dan kemandirian energi pada masa mendatang. Dengan demikian, Indonesia tak akan lagi bergantung kepada impor BBM fosil.
Peningkatan pemanfaatan biodiesel di dalam negeri ini akan berdampak luas tidak hanya pada sektor energi tetapi juga perekonomian secara keseluruhan. Kebijakan ini memberikan efek positif bagi industri kelapa sawit. Permintaan terhadap CPO akan meningkat sehingga dapat membantu menjaga harga tandan buah segar (TBS) di tingkat petani. "Oleh karena itu, produktivitas kebun sawit harus terus ditingkatkan dan teknologi pengolahan bioenergi diperbaiki secara terus-menerus sehingga diperoleh teknologi yang semakin efisien," pungkasnya.
(nng)
Lihat Juga :