Purbaya: IMF hingga Bank Dunia Puji Strategi Fiskal Pemerintahan Prabowo
Rabu, 15 April 2026 - 18:40 WIB
loading...
A
A
A
Meski sebagian besar masih berupa investasi portofolio, pemerintah optimistis aliran dana tersebut dapat memperkuat pasar modal domestik. Dalam pertemuan dengan IMF, Purbaya mengungkapkan bahwa ketidakpastian global diperkirakan masih berlanjut, dipicu oleh dinamika geopolitik dan fluktuasi harga energi. Meski demikian, Indonesia dinilai memiliki kondisi fiskal yang solid dan bantalan anggaran yang memadai.
Ia menyebutkan, pemerintah memiliki ruang fiskal yang cukup dengan bantalan anggaran sekitar Rp420 triliun, sehingga mampu menyerap berbagai tekanan eksternal, termasuk lonjakan harga energi akibat konflik global.
Baca Juga: Punya SAL Rp420 Triliun, Purbaya Pede Tahan Harga BBM Subsidi Tak Naik
Selain IMF, Bank Dunia dan lembaga pemeringkat internasional juga menyampaikan apresiasi terhadap strategi fiskal pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Penilaian tersebut memperkuat keyakinan bahwa kebijakan fiskal Indonesia tetap berada di jalur yang kredibel dan berkelanjutan.
Bank Dunia juga menyatakan minat untuk memperluas kerja sama dengan Indonesia, terutama dalam mendukung pembangunan jangka panjang, pengentasan kemiskinan, serta pembiayaan proyek strategis di negara berkembang. Para investor global yang hadir dalam investor meetings di Washington DC, antara lain Fidelity, Goldman Sachs Asset Management (GSAM), Eaton Vance, dan MFS.
Ia menyebutkan, pemerintah memiliki ruang fiskal yang cukup dengan bantalan anggaran sekitar Rp420 triliun, sehingga mampu menyerap berbagai tekanan eksternal, termasuk lonjakan harga energi akibat konflik global.
Baca Juga: Punya SAL Rp420 Triliun, Purbaya Pede Tahan Harga BBM Subsidi Tak Naik
Selain IMF, Bank Dunia dan lembaga pemeringkat internasional juga menyampaikan apresiasi terhadap strategi fiskal pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Penilaian tersebut memperkuat keyakinan bahwa kebijakan fiskal Indonesia tetap berada di jalur yang kredibel dan berkelanjutan.
Bank Dunia juga menyatakan minat untuk memperluas kerja sama dengan Indonesia, terutama dalam mendukung pembangunan jangka panjang, pengentasan kemiskinan, serta pembiayaan proyek strategis di negara berkembang. Para investor global yang hadir dalam investor meetings di Washington DC, antara lain Fidelity, Goldman Sachs Asset Management (GSAM), Eaton Vance, dan MFS.
(nng)
Lihat Juga :