Indocement dan Mondi Dirikan Usaha Patungan di Bidang Kantong Kemasan
Kamis, 16 April 2026 - 20:03 WIB
loading...
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk membentuk usaha patungan dengan Mondi Industrial Bags GmbH untuk mengembangkan bisnis kantong kemasan di Indonesia. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk membentuk usaha patungan dengan Mondi Industrial Bags GmbH untuk mengembangkan bisnis kantong kemasan di Indonesia. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat rantai pasok sekaligus meningkatkan kualitas layanan bagi pelanggan.
"Kami percaya kolaborasi ini akan menciptakan sinergi yang kuat dan membantu Indocement untuk meningkatkan standar kualitas produknya, terutama dari sisi terjaminnya ketersediaan dan kualitas kantong semen untuk meningkatkan pelayanan pelanggan yang lebih baik," ujar Direktur Utama Indocement, Christian Kartawijaya, dalam acara Joint Venture Agreement, di Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Baca Juga: Ford dan Xiaomi Bantah Kabar Bergabung Bikin Mobil Listrik
Perusahaan patungan tersebut bernama PT Mondi Indo Prakarsa Kemasan (MIPK), dengan komposisi kepemilikan saham 40% oleh Indocement dan 60% oleh Mondi. Fasilitas produksi akan berlokasi di kompleks pabrik Indocement di Citeureup, Bogor, Jawa Barat, dengan Indocement sebagai konsumen utama.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Indocement untuk memperkuat fokus pada bisnis inti, sekaligus memastikan ketersediaan pasokan kantong semen dengan standar kualitas yang konsisten. Kehadiran mitra global juga diharapkan membawa transfer teknologi serta praktik terbaik dalam operasional industri kemasan.
Baca Juga: 8 Negara NATO Patungan Rp8,3 Triliun Beli Senjata AS untuk Ukraina saat Kyiv Digerogoti Koruptor
Chief Operating Officer Paper Bags Mondi, Claudio Fedalto, menilai kerja sama ini membuka peluang pertumbuhan jangka panjang di pasar yang terus berkembang. Menurut dia, kehadiran platform lokal yang kuat akan mendukung ekspansi bisnis sekaligus menjaga standar keselamatan dan kualitas produksi.
Selain itu, usaha patungan ini juga menjadi langkah strategis dalam mendorong inovasi kemasan yang lebih berkelanjutan. Indocement menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan produk ramah lingkungan, termasuk dalam aspek kemasan sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan berkelanjutan di sektor bahan bangunan
"Kami percaya kolaborasi ini akan menciptakan sinergi yang kuat dan membantu Indocement untuk meningkatkan standar kualitas produknya, terutama dari sisi terjaminnya ketersediaan dan kualitas kantong semen untuk meningkatkan pelayanan pelanggan yang lebih baik," ujar Direktur Utama Indocement, Christian Kartawijaya, dalam acara Joint Venture Agreement, di Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Baca Juga: Ford dan Xiaomi Bantah Kabar Bergabung Bikin Mobil Listrik
Perusahaan patungan tersebut bernama PT Mondi Indo Prakarsa Kemasan (MIPK), dengan komposisi kepemilikan saham 40% oleh Indocement dan 60% oleh Mondi. Fasilitas produksi akan berlokasi di kompleks pabrik Indocement di Citeureup, Bogor, Jawa Barat, dengan Indocement sebagai konsumen utama.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Indocement untuk memperkuat fokus pada bisnis inti, sekaligus memastikan ketersediaan pasokan kantong semen dengan standar kualitas yang konsisten. Kehadiran mitra global juga diharapkan membawa transfer teknologi serta praktik terbaik dalam operasional industri kemasan.
Baca Juga: 8 Negara NATO Patungan Rp8,3 Triliun Beli Senjata AS untuk Ukraina saat Kyiv Digerogoti Koruptor
Chief Operating Officer Paper Bags Mondi, Claudio Fedalto, menilai kerja sama ini membuka peluang pertumbuhan jangka panjang di pasar yang terus berkembang. Menurut dia, kehadiran platform lokal yang kuat akan mendukung ekspansi bisnis sekaligus menjaga standar keselamatan dan kualitas produksi.
Selain itu, usaha patungan ini juga menjadi langkah strategis dalam mendorong inovasi kemasan yang lebih berkelanjutan. Indocement menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan produk ramah lingkungan, termasuk dalam aspek kemasan sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan berkelanjutan di sektor bahan bangunan
(nng)