Penguatan Talenta Siber Dorong Ekonomi Digital dan Gig Economy
Jum'at, 17 April 2026 - 18:13 WIB
loading...
Penguatan talenta siber menjadi salah satu strategi utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital. FOTO/iStock Photo
A
A
A
JAKARTA - Penguatan talenta siber menjadi salah satu strategi utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital sekaligus memperluas peluang kerja di sektor gig economy. Peluncuran Cyber Breaker 2026 Season 3 menjadi upaya memperkuat ekosistem talenta digital yang kompetitif di tingkat global.
Direktur Teknologi Digital Baru Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, Dandy Yudha Feryawan, menekankan pentingnya kemampuan generasi muda dalam mengoptimalkan keterampilan menjadi nilai ekonomi.
"Akses informasi saja tidak cukup, yang terpenting adalah bagaimana skill bisa dimonetisasi, termasuk melalui kemampuan negosiasi dan menentukan value diri," ujar dia, dikutip pada Jumat (17/4/2026).
Baca Juga: ITB Dorong Percepatan Akses Digital Indonesia
Menurut dia, sekitar 84 persen Gen Z di Indonesia telah aktif di ruang digital, namun 64 persen di antaranya masih menghadapi tantangan dalam pengembangan diri. Hal ini menunjukkan perlunya penguatan tidak hanya pada kemampuan teknis, tetapi juga keterampilan non-teknis seperti negosiasi dan personal branding.
Program Cyber Breaker 2026 Season 3 menjadi kelanjutan dari inisiatif sebelumnya yang mencatat peningkatan partisipasi signifikan, dari 137 peserta pada musim pertama menjadi 616 peserta pada musim kedua, dengan jangkauan lebih dari 2,3 juta tayangan digital.
Penyelenggara menargetkan 1.000 peserta dengan format kompetisi yang lebih terstruktur melalui tahapan Cyber Breaker Development dan Cyber Breaker Competition. Skema ini dirancang untuk mendorong pengembangan talenta secara bertahap dari tingkat regional hingga nasional.
Baca Juga: Regulasi Ruang Digital Anak Perlu Parameter Jelas dan Ruang Ekspresi
Selain kompetisi, program ini juga memperkuat kolaborasi lintas sektor yang melibatkan komunitas, industri, dan pemerintah daerah. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem talenta digital yang adaptif terhadap kebutuhan industri.
Kehadiran pelatihan Cyber-Gig menjadi bagian strategis dalam menyiapkan tenaga kerja fleksibel berbasis proyek, khususnya di bidang keamanan siber yang permintaannya terus meningkat di pasar global.
Pemerintah berharap talenta muda Indonesia tidak hanya memiliki akses informasi yang luas, tetapi juga mampu mengonversi keterampilan digital menjadi peluang ekonomi yang berkelanjutan di era transformasi digital.
Direktur Teknologi Digital Baru Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, Dandy Yudha Feryawan, menekankan pentingnya kemampuan generasi muda dalam mengoptimalkan keterampilan menjadi nilai ekonomi.
"Akses informasi saja tidak cukup, yang terpenting adalah bagaimana skill bisa dimonetisasi, termasuk melalui kemampuan negosiasi dan menentukan value diri," ujar dia, dikutip pada Jumat (17/4/2026).
Baca Juga: ITB Dorong Percepatan Akses Digital Indonesia
Menurut dia, sekitar 84 persen Gen Z di Indonesia telah aktif di ruang digital, namun 64 persen di antaranya masih menghadapi tantangan dalam pengembangan diri. Hal ini menunjukkan perlunya penguatan tidak hanya pada kemampuan teknis, tetapi juga keterampilan non-teknis seperti negosiasi dan personal branding.
Program Cyber Breaker 2026 Season 3 menjadi kelanjutan dari inisiatif sebelumnya yang mencatat peningkatan partisipasi signifikan, dari 137 peserta pada musim pertama menjadi 616 peserta pada musim kedua, dengan jangkauan lebih dari 2,3 juta tayangan digital.
Penyelenggara menargetkan 1.000 peserta dengan format kompetisi yang lebih terstruktur melalui tahapan Cyber Breaker Development dan Cyber Breaker Competition. Skema ini dirancang untuk mendorong pengembangan talenta secara bertahap dari tingkat regional hingga nasional.
Baca Juga: Regulasi Ruang Digital Anak Perlu Parameter Jelas dan Ruang Ekspresi
Selain kompetisi, program ini juga memperkuat kolaborasi lintas sektor yang melibatkan komunitas, industri, dan pemerintah daerah. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem talenta digital yang adaptif terhadap kebutuhan industri.
Kehadiran pelatihan Cyber-Gig menjadi bagian strategis dalam menyiapkan tenaga kerja fleksibel berbasis proyek, khususnya di bidang keamanan siber yang permintaannya terus meningkat di pasar global.
Pemerintah berharap talenta muda Indonesia tidak hanya memiliki akses informasi yang luas, tetapi juga mampu mengonversi keterampilan digital menjadi peluang ekonomi yang berkelanjutan di era transformasi digital.
(nng)
Lihat Juga :