Enlit Asia-Electricity Connect 2026 Kembali Digelar, Bidik Investor Potensial Kembangkan Energi Bersih
Jum'at, 17 April 2026 - 20:35 WIB
loading...
A
A
A
Suroso menekankan bahwa Electricity Connect, yang sebelumnya dikenal sebagai Hari Listrik Nasional, merupakan wadah strategis bagi Indonesia untuk membangun kemandirian energi jangka panjang. Ajang ini diharapkan dapat memfasilitasi dialog produktif antara pembuat kebijakan dan penyedia teknologi global.
CEO Clarion Events Asia, Richard Ireland, mengumumkan bahwa pendaftaran untuk peserta dan eksibitor telah resmi dibuka mulai hari ini. Dengan target kehadiran lebih dari 11.000 peserta dan 280 eksibitor global, acara ini diposisikan lebih dari sekadar pameran dagang.
"Acara ini merupakan pusat transaksi teknologi dan investasi energi. Kami mengundang seluruh pemangku kepentingan untuk membangun kolaborasi nyata menuju sistem energi ASEAN yang lebih tangguh dan berkelanjutan," tutur Richard.
Baca Juga: Gelar Apel Nasional, Dirut PLN Jamin Keandalan Listrik Lewat Pasukan 'Lautan Biru' 72 Ribu Personel
Electricity Connect 2026 diharapkan mampu mengulang kesuksesan tahun-tahun sebelumnya yang telah menarik puluhan ribu peserta. Kehadiran para inovator dunia di Jakarta ini diyakini akan mempercepat adopsi teknologi bersih dan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat energi hijau di Asia Tenggara.
CEO Clarion Events Asia, Richard Ireland, mengumumkan bahwa pendaftaran untuk peserta dan eksibitor telah resmi dibuka mulai hari ini. Dengan target kehadiran lebih dari 11.000 peserta dan 280 eksibitor global, acara ini diposisikan lebih dari sekadar pameran dagang.
"Acara ini merupakan pusat transaksi teknologi dan investasi energi. Kami mengundang seluruh pemangku kepentingan untuk membangun kolaborasi nyata menuju sistem energi ASEAN yang lebih tangguh dan berkelanjutan," tutur Richard.
Baca Juga: Gelar Apel Nasional, Dirut PLN Jamin Keandalan Listrik Lewat Pasukan 'Lautan Biru' 72 Ribu Personel
Electricity Connect 2026 diharapkan mampu mengulang kesuksesan tahun-tahun sebelumnya yang telah menarik puluhan ribu peserta. Kehadiran para inovator dunia di Jakarta ini diyakini akan mempercepat adopsi teknologi bersih dan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat energi hijau di Asia Tenggara.
(nng)
Lihat Juga :