Eropa Terpecah! Italia Desak Blokir Minyak dan Gas Rusia Dibuka
Minggu, 19 April 2026 - 19:04 WIB
loading...
A
A
A
Tidak hanya mengincar pencabutan sanksi Rusia, tetapi Salvini juga menyerang kebijakan lingkungan Uni Eropa yang dianggapnya menghambat ekonomi. Salvini menyebut kesepakatan hijau (Green Deal) sebagai monster ideologis yang membuat rakyat Italia menderita.
“Untuk mengatasi krisis energi, aturan Pakta Stabilitas harus ditangguhkan. Uang rakyat Italia harus digunakan untuk membantu warga Italia yang sedang kesulitan,” tambahnya.
Langkah Salvini ini memperkuat barisan negara-negara Eropa yang mulai membangkang terhadap kebijakan Brussel. Sebelumnya, Hongaria dan Slovakia telah lebih dulu mengajukan gugatan hukum ke pengadilan tertinggi UE terkait rencana penghentian total gas pipa Rusia pada tahun 2027.
Perdana Menteri Slovakia, Robert Fico bahkan menyebut larangan impor energi tersebut sebagai pelanggaran nyata terhadap prinsip-prinsip perjanjian Uni Eropa. Jika Italia benar-benar menekan UE untuk membuka kembali keran energi Rusia, hal ini akan menjadi angin segar bagi pasar global yang sedang tercekik oleh penutupan Selat Hormuz.
Namun, langkah ini dipastikan akan memicu ketegangan diplomatik tingkat tinggi dengan negara-negara pro-Ukraina di dalam blok tersebut. Jika Eropa kembali ke minyak Rusia, ada potensi pergeseran arus minyak dunia yang dapat memengaruhi stabilitas harga BBM domestik dan persaingan pasokan minyak mentah di pasar Asia.
“Untuk mengatasi krisis energi, aturan Pakta Stabilitas harus ditangguhkan. Uang rakyat Italia harus digunakan untuk membantu warga Italia yang sedang kesulitan,” tambahnya.
Langkah Salvini ini memperkuat barisan negara-negara Eropa yang mulai membangkang terhadap kebijakan Brussel. Sebelumnya, Hongaria dan Slovakia telah lebih dulu mengajukan gugatan hukum ke pengadilan tertinggi UE terkait rencana penghentian total gas pipa Rusia pada tahun 2027.
Perdana Menteri Slovakia, Robert Fico bahkan menyebut larangan impor energi tersebut sebagai pelanggaran nyata terhadap prinsip-prinsip perjanjian Uni Eropa. Jika Italia benar-benar menekan UE untuk membuka kembali keran energi Rusia, hal ini akan menjadi angin segar bagi pasar global yang sedang tercekik oleh penutupan Selat Hormuz.
Namun, langkah ini dipastikan akan memicu ketegangan diplomatik tingkat tinggi dengan negara-negara pro-Ukraina di dalam blok tersebut. Jika Eropa kembali ke minyak Rusia, ada potensi pergeseran arus minyak dunia yang dapat memengaruhi stabilitas harga BBM domestik dan persaingan pasokan minyak mentah di pasar Asia.
(akr)
Lihat Juga :