Kelangkaan Solar dan Asam Sulfat Meluas, Ancam Industri Tambang Global
Minggu, 26 April 2026 - 12:00 WIB
loading...
A
A
A
Di Chili, harga asam sulfat naik hingga 44% dalam satu bulan. Perusahaan tambang milik negara, Codelco, melaporkan kenaikan biaya produksi sekitar 5% akibat lonjakan harga bahan bakar dan bahan kimia.
Baca Juga: Ancam Investor Asing di Timur Tengah, Iran: Keluar Selagi Masih Bisa
Kondisi serupa juga dialami produsen global lainnya seperti Freeport-McMoRan yang menaikkan proyeksi biaya produksi tahunannya, serta Ivanhoe Mines yang memangkas target produksi tembaga 2026. Sementara, sejumlah perusahaan tambang skala kecil mulai mengurangi operasional akibat keterbatasan pasokan solar.
Sejumlah analis menilai, industri tambang global kini menghadapi tekanan berlapis, mulai dari lonjakan biaya hingga gangguan produksi. Tanpa perbaikan rantai pasok dalam waktu dekat, krisis ini berpotensi memperketat pasar logam global dan mendorong kenaikan harga komoditas di pasar internasional.
Baca Juga: Ancam Investor Asing di Timur Tengah, Iran: Keluar Selagi Masih Bisa
Kondisi serupa juga dialami produsen global lainnya seperti Freeport-McMoRan yang menaikkan proyeksi biaya produksi tahunannya, serta Ivanhoe Mines yang memangkas target produksi tembaga 2026. Sementara, sejumlah perusahaan tambang skala kecil mulai mengurangi operasional akibat keterbatasan pasokan solar.
Sejumlah analis menilai, industri tambang global kini menghadapi tekanan berlapis, mulai dari lonjakan biaya hingga gangguan produksi. Tanpa perbaikan rantai pasok dalam waktu dekat, krisis ini berpotensi memperketat pasar logam global dan mendorong kenaikan harga komoditas di pasar internasional.
(nng)
Lihat Juga :