Pasar Energi Kembali Terguncang, Harga Minyak Dunia Hari Ini Tembus USD107 per Barel

Senin, 27 April 2026 - 11:25 WIB
loading...
Pasar Energi Kembali...
Harga minyak dunia kembali mendidih pada perdagangan, Senin (27/4/2026) pagi di Asia, usai rencana putaran kedua perundingan damai AS dan Iran dilaporkan kolaps. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Harga minyak dunia kembali mendidih pada perdagangan Senin (27/4/2026) pagi di Asia. Lonjakan ini terjadi setelah rencana putaran kedua perundingan damai antara Amerika Serikat atau AS dan Iran dilaporkan kolaps, memicu kekhawatiran baru akan gangguan pasokan energi jangka panjang.

Minyak mentah Brent , sebagai patokan global, melonjak 2,2% menjadi USD107,70 per barel. Sementara itu minyak mentah standar AS (WTI) naik 2,1% ke level USD96,40 per barel. Sejauh ini Brent telah melonjak lebih dari 10% hanya dalam satu minggu terakhir.

Ketegangan memuncak setelah Presiden Donald Trump mengumumkan pembatalan pengiriman tim negosiasi ke Pakistan. Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump menyebut pengiriman delegasi ke Islamabad hanya membuang-buang waktu di tengah ketidakpastian kepemimpinan di Teheran.

Baca Juga: Negosiasi AS-Iran Buntu, Harga Minyak Dunia Kembali Memanas Tembus USD106 per Barel

"Terlalu banyak waktu terbuang untuk perjalanan. Ada perselisihan internal dan kebingungan yang luar biasa dalam kepemimpinan Teheran. Tidak ada yang tahu siapa yang memimpin, termasuk mereka sendiri!" tulis Trump (25/4/2026).



Trump menambahkan dengan nada menantang bahwa AS memegang kendali penuh atas situasi ini. "Kita memiliki semua kartu, mereka tidak punya! Jika mereka ingin bicara, yang harus mereka lakukan hanyalah menelepon!" lanjutnya.

Diplomasi 'Pintu Belakang' Iran dan Oman

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi mengindikasikan bahwa Teheran lebih memilih berdiskusi dengan tetangga regionalnya. Araghchi mengungkapkan adanya diskusi intensif dengan Oman untuk membahas keamanan transit di Selat Hormuz.

Baca Juga: Blokade Selat Hormuz, Pendapatan Minyak Arab Saudi Anjlok Rp1,6 Triliun per Hari

"Fokus kami mencakup cara-cara untuk memastikan transit yang aman demi keuntungan semua tetangga dan dunia. Tetangga kami adalah prioritas," tulis Araghchi melalui media sosialnya.

Kenaikan harga minyak dunia pada April 2026 ini bukan terjadi tanpa alasan. Beberapa faktor utama yang mencekik pasar energi global di antaranya karena blokade Selat Hormuz.

Jalur ini adalah urat nadi energi dunia, lantaran sekitar seperlima dari total pasokan minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dunia biasanya melewati selat sempit ini. Sejak perang pecah pada akhir Februari, jalur ini efektif tertutup bagi kapal yang dianggap Iran sebagai musuh sebagai balasan atas serangan udara AS-Israel.

Meskipun Trump sempat memperpanjang gencatan senjata minggu lalu, ketidakmampuan kedua pihak untuk bertemu di meja perundingan menciptakan supply shock di pasar. Investor bertaruh bahwa pasokan tidak akan kembali normal dalam waktu dekat.

Ketegangan ini juga memicu negara-negara seperti UEA dan China mulai menjajaki transaksi minyak menggunakan mata uang selain Dolar (seperti Yuan), yang menciptakan ketidakpastian pada sistem keuangan petrodolar tradisional.

Ditambah banyak negara pengimpor minyak, termasuk Indonesia, kini menghadapi tekanan inflasi hebat karena kenaikan biaya transportasi dan logistik yang dipicu oleh harga bahan bakar.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Panel Energi SPIEF 2026...
Panel Energi SPIEF 2026 Bahas Prospek Harga Minyak Tahun Depan, Bakal Tembus USD170 per Barel?
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Rekomendasi
Perkuat Gerak Pelayanan,...
Perkuat Gerak Pelayanan, PKB Jabar Gelar PKBFest
Kemenag Gandeng Mitra...
Kemenag Gandeng Mitra Strategis untuk Tingkatkan Kesiapan Kerja Mahasiswa PTKI
Jago STEAM, Tim SMPK...
Jago STEAM, Tim SMPK 4 PENABUR Raih Prestasi di Kompetisi Internasional
Berita Terkini
Menang Undian Tabungan...
Menang Undian Tabungan Dahsyat MNC Bank, Nasabah Manfaatkan untuk Kuliah Anak
Orang Kaya Diminta Lepas...
Orang Kaya Diminta Lepas Dolar, Dasco Sebut Rupiah Menguat Minggu Depan
Menhub Dipanggil Menghadap...
Menhub Dipanggil Menghadap Prabowo di Istana, Ada Apa?
IHSG Ambruk Lagi Sentuh...
IHSG Ambruk Lagi Sentuh Level 5.789 usai Kehilangan 1,91% di Sesi Siang
Dasco Kasih Bocoran...
Dasco Kasih Bocoran Pemerintah Punya Strategi Khusus Atasi Pelemahan Rupiah
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
Infografis
Harga Emas Menggila,...
Harga Emas Menggila, Kini Tembus Rp1,9 Juta Per Gram
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved