Negosiasi AS-Iran Buntu, Harga Minyak Dunia Kembali Memanas Tembus USD106 per Barel
Jum'at, 24 April 2026 - 14:50 WIB
loading...
Seorang wanita menunggu sambil mengisi bahan bakar mobilnya di sebuah pom bensin di Chicago, Senin, 6 April 2026. FOTO/AP
A
A
A
JAKARTA - Harga minyak dunia melonjak menembus level USD106 per barel pada perdagangan Jumat (24/4), seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Kenaikan ini turut menyeret mayoritas pasar saham Asia ke zona merah di tengah kekhawatiran investor terhadap prospek ekonomi global.
Lonjakan harga minyak dipicu mandeknya negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang memperpanjang ketidakpastian di kawasan, khususnya di Selat Hormuz yang menjadi jalur vital energi dunia. Kondisi ini memicu aksi hati-hati pelaku pasar di berbagai bursa regional.
Baca Juga: Blokade Selat Hormuz, Pendapatan Minyak Arab Saudi Anjlok Rp1,6 Triliun per Hari
Dikutip dari Business Standard, kontrak berjangka minyak Brent tercatat naik lebih dari 1 persen dan sempat menembus USD107 per barel pada perdagangan sebelumnya. Kenaikan berlanjut setelah blokade terhadap pelabuhan Iran oleh militer AS masih berlangsung, menyusul kegagalan pembicaraan damai yang difasilitasi Pakistan.
Lonjakan harga minyak dipicu mandeknya negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang memperpanjang ketidakpastian di kawasan, khususnya di Selat Hormuz yang menjadi jalur vital energi dunia. Kondisi ini memicu aksi hati-hati pelaku pasar di berbagai bursa regional.
Baca Juga: Blokade Selat Hormuz, Pendapatan Minyak Arab Saudi Anjlok Rp1,6 Triliun per Hari
Dikutip dari Business Standard, kontrak berjangka minyak Brent tercatat naik lebih dari 1 persen dan sempat menembus USD107 per barel pada perdagangan sebelumnya. Kenaikan berlanjut setelah blokade terhadap pelabuhan Iran oleh militer AS masih berlangsung, menyusul kegagalan pembicaraan damai yang difasilitasi Pakistan.
Lihat Juga :