Purbaya Pede IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030 Meski Dibilang Gila

Senin, 27 April 2026 - 16:25 WIB
loading...
Purbaya Pede IHSG Bisa...
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menembus level 28.000 pada periode 2029–2030. Keyakinan tersebut didasarkan pada proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional yang dinilai akan terus berlanjut dalam beberapa tahun ke depan.

"Ekspansi kita akan berlangsung sampai 2029-2030. Itu saya bilang bisa 4–5 kali, bisa lah 28.000 paling tidak," ujar Purbaya Yudhi Sadewa dalam acara peresmian program investasi di Bursa Efek Indonesia, Senin (27/4/2026).

Baca Juga: Rupiah Menguat Tipis di Tengah Isu Damai AS-Iran, Bertengger ke Rp17.211 Sore Ini

Purbaya menilai target tersebut bukan sesuatu yang berlebihan, meskipun sempat dianggap tidak realistis oleh sebagian pihak. Ia mencontohkan pergerakan IHSG pada masa lalu yang menunjukkan lonjakan signifikan dalam kurun waktu tertentu.

Menurutnya, IHSG pernah meningkat dari kisaran 400 pada awal 2000-an menjadi sekitar 2.500 pada 2009. Dengan rekam jejak tersebut, pertumbuhan berlipat dalam jangka panjang dinilai masih sangat mungkin terjadi, terutama jika didukung oleh kondisi ekonomi yang stabil.



Ia menegaskan bahwa penguatan IHSG merupakan refleksi dari kinerja ekonomi makro yang solid. Selama pertumbuhan ekonomi dapat dijaga, maka peningkatan indeks saham akan mengikuti sebagai konsekuensi logis.

Selain faktor makroekonomi, struktur investor domestik juga dinilai menjadi pendorong penting. Saat ini, investor pasar modal didominasi oleh generasi muda, khususnya generasi Z yang mencapai lebih dari separuh total investor.

Baca Juga: IHSG Ambruk 6,61% dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar Tergerus Jadi Rp12.736 Triliun

Di tengah gejolak pasar global, Purbaya tetap optimistis terhadap prospek jangka pendek IHSG. Ia memperkirakan indeks saham nasional berpotensi menyentuh level 10.000 pada akhir 2026, seiring membaiknya kondisi pasar.

Menurutnya, volatilitas yang terjadi saat ini bersifat sementara dan dipengaruhi ketidakpastian global. Namun, fundamental ekonomi Indonesia yang kuat diyakini mampu mendorong pemulihan pasar secara cepat.

Kombinasi pertumbuhan ekonomi, peningkatan partisipasi investor domestik, serta stabilitas kebijakan, pemerintah memandang pasar modal Indonesia memiliki ruang ekspansi yang luas dalam jangka panjang.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IHSG Hari Ini Berakhir...
IHSG Hari Ini Berakhir Meroket 4,12% Tembus Level 6.254
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Modus Penipuan Berkedok Investasi Pasar Modal
IHSG Melesat 3,5 Persen,...
IHSG Melesat 3,5 Persen, Saham BUMN Jadi Motor Penguatan Bursa
Cerita Purbaya Ingin...
Cerita Purbaya Ingin Beli Harley Davidson Hasil Sitaan Negara, Tapi Dilarang Istri
IHSG Dibuka Melesat...
IHSG Dibuka Melesat 1,85% ke 6.118, Mayoritas Saham Menghijau
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
Jaksa Agung Serahkan...
Jaksa Agung Serahkan Hasil Pemulihan Aset Rp1,22 Triliun ke Purbaya
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
Rekomendasi
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Norwegia Tekuk Irak 4-1, Erling Haaland Cetak Brace
Piala Dunia 2026: Haaland...
Piala Dunia 2026: Haaland Ngamuk, Norwegia Ungguli Irak di Babak Pertama
Bonatua Silalahi Ungkap...
Bonatua Silalahi Ungkap Kejanggalan di Fotokopi Ijazah Jokowi: Tak Ada Tanggal Legalisir, Melanggar Peraturan
Berita Terkini
Momentum Indonesia Perkuat...
Momentum Indonesia Perkuat Fondasi Ketahanan Energi di 2026, Ini Kuncinya
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved