Investor Kripto Tembus 21 Juta, Tokocrypto Perkuat Strategi Investasi
Selasa, 28 April 2026 - 19:31 WIB
loading...
Tokocrypto memperkuat strategi investasi bagi pengguna di tengah fluktuasi pasar global. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Platform perdagangan aset digital Tokocrypto memperkuat strategi investasi bagi pengguna di tengah fluktuasi pasar global. Langkah ini dilakukan seiring jumlah investor kripto di Indonesia yang telah menembus lebih dari 21 juta akun hingga awal 2026.
"Ketegangan geopolitik, termasuk konflik di Timur Tengah dan perang dagang, serta kebijakan suku bunga tinggi di Amerika Serikat mendorong sentimen risk-off di pasar keuangan global yang turut menekan likuiditas pasar kripto," ujar CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, dalam keterangan pers, Selasa (28/4/2026).
Baca Juga: AS Umumkan Sanksi Baru Targetkan Jaringan Mata Uang Kripto Iran
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah investor kripto mencapai 21 juta lebih per Februari 2026. Angka ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap aset digital tetap kuat meskipun pasar mengalami dinamika dalam beberapa waktu terakhir.
Di tengah kondisi tersebut, Tokocrypto melihat adanya pergeseran preferensi investor dari perdagangan spot ke instrumen derivatif. Volume perdagangan derivatif tercatat meningkat dari Rp3,88 triliun pada Februari menjadi Rp4,36 triliun pada Maret, sementara transaksi di pasar spot mengalami penurunan.
Merespons tren tersebut, perusahaan berencana meluncurkan produk derivatif guna memberikan alternatif strategi investasi yang lebih fleksibel bagi pengguna ritel. Instrumen ini memungkinkan investor mengelola risiko dan mengambil peluang di tengah pergerakan harga yang cepat.
Baca Juga: 5 Platform Crypto Terbaik 2026
Selain pengembangan produk, Tokocrypto juga meluncurkan program referral untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam ekosistem kripto. Melalui program ini, pengguna dapat memperoleh komisi hingga 20 persen dari biaya transaksi serta peluang mendapatkan insentif tambahan hingga Rp200 juta per bulan.
Calvin menilai kombinasi inovasi produk, edukasi, dan skema insentif menjadi kunci dalam memperkuat literasi serta adopsi kripto di Indonesia. Dengan strategi tersebut, perusahaan optimistis dapat mendorong pertumbuhan industri yang lebih sehat dan berkelanjutan.
"Ketegangan geopolitik, termasuk konflik di Timur Tengah dan perang dagang, serta kebijakan suku bunga tinggi di Amerika Serikat mendorong sentimen risk-off di pasar keuangan global yang turut menekan likuiditas pasar kripto," ujar CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, dalam keterangan pers, Selasa (28/4/2026).
Baca Juga: AS Umumkan Sanksi Baru Targetkan Jaringan Mata Uang Kripto Iran
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah investor kripto mencapai 21 juta lebih per Februari 2026. Angka ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap aset digital tetap kuat meskipun pasar mengalami dinamika dalam beberapa waktu terakhir.
Di tengah kondisi tersebut, Tokocrypto melihat adanya pergeseran preferensi investor dari perdagangan spot ke instrumen derivatif. Volume perdagangan derivatif tercatat meningkat dari Rp3,88 triliun pada Februari menjadi Rp4,36 triliun pada Maret, sementara transaksi di pasar spot mengalami penurunan.
Merespons tren tersebut, perusahaan berencana meluncurkan produk derivatif guna memberikan alternatif strategi investasi yang lebih fleksibel bagi pengguna ritel. Instrumen ini memungkinkan investor mengelola risiko dan mengambil peluang di tengah pergerakan harga yang cepat.
Baca Juga: 5 Platform Crypto Terbaik 2026
Selain pengembangan produk, Tokocrypto juga meluncurkan program referral untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam ekosistem kripto. Melalui program ini, pengguna dapat memperoleh komisi hingga 20 persen dari biaya transaksi serta peluang mendapatkan insentif tambahan hingga Rp200 juta per bulan.
Calvin menilai kombinasi inovasi produk, edukasi, dan skema insentif menjadi kunci dalam memperkuat literasi serta adopsi kripto di Indonesia. Dengan strategi tersebut, perusahaan optimistis dapat mendorong pertumbuhan industri yang lebih sehat dan berkelanjutan.
(nng)
Lihat Juga :