China Kecam Blokade Total Selat Hormuz Melawan Kepentingan Global, Dunia Bakal Chaos?

Rabu, 29 April 2026 - 09:14 WIB
loading...
China Kecam Blokade...
Sebagai importir minyak mentah terbesar di dunia yang sangat bergantung pada pasokan energi Iran, China kini berada dalam posisi terjepit. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Raksasa ekonomi Asia , China angkat bicara terkait keputusan Amerika Serikat (AS) untuk memblokade total Selat Hormuz . Beijing memperingatkan bahwa langkah militer tersebut tidak hanya merugikan satu pihak, tetapi melawan kepentingan seluruh komunitas internasional.

Langkah blokade yang dimulai oleh militer AS dilakukan menyusul kegagalan perundingan damai di Islamabad. Sebagai importir minyak mentah terbesar di dunia yang sangat bergantung pada pasokan energi Iran , China kini berada dalam posisi terjepit.

Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, menyampaikan pesan tegas saat bertemu dengan utusan khusus Presiden Uni Emirat Arab (UEA) di Beijing. Menurutnya, blokade di jalur nadi energi dunia tersebut hanya akan memperburuk krisis yang ada.

Baca Juga: 6 Kapal Tanker Minyak Iran Diusir Paksa Militer AS, Selat Hormuz Kini Jadi Lautan Mati

"Blokade Selat Hormuz tidak melayani kepentingan bersama komunitas internasional. China mendesak semua pihak untuk tetap tenang dan menahan diri," tegas Wang Yi dalam pernyataan resmi kementeriannya.



China menekankan, bahwa jalan fundamental untuk menyelesaikan krisis ini adalah gencatan senjata yang menyeluruh dan langgeng melalui sarana politik dan diplomatik, bukan pengerahan kekuatan militer di laut.

Ketegangan semakin memanas setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif masuk sebesar 50% bagi negara manapun yang kedapatan memasok senjata ke Iran.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun dengan tegas menepis laporan bahwa Beijing memiliki rencana memasok senjata ke Teheran. Ia menyebut tuduhan tersebut sebagai fitnah yang tidak berdasar.

Baca Juga: Barat Kalah Berani? Kapal-kapal Asia Siap Terobos Selat Hormuz Lebih Dulu

"China selalu mengambil pendekatan yang hati-hati dan bertanggung jawab terhadap ekspor senjata. Kontrol ketat kami sesuai dengan hukum domestik dan kewajiban internasional," ujar Guo dalam konferensi pers rutin di Beijing.

Dampak Ngeri Bagi Ekonomi Indonesia?

Sebagai jalur kunci bagi sekitar seperlima pasokan minyak dan gas global, blokade Selat Hormuz adalah lonceng kematian bagi stabilitas harga energi. Bagi Indonesia, sikap China ini sangat krusial karena jika China sebagai pembeli utama minyak terhambat, akan terjadi pergeseran arus pasokan global yang bisa membuat harga minyak mentah melonjak lebih gila lagi.

Ancaman tarif Trump terhadap mitra dagang Iran bisa berdampak pada rantai pasok global yang melibatkan perusahaan-perusahaan di Asia Tenggara. Situasi ini semakin memperkuat langkah pemerintah Indonesia untuk mempercepat penggunaan mata uang lokal (LCT) guna melindungi nilai tukar Rupiah dari guncangan kebijakan ekonomi AS.

Status terkini, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa pasukan mereka telah mulai menghentikan semua lalu lintas maritim yang menuju atau keluar dari pelabuhan Iran. Dunia kini menunggu apakah China akan mengambil peran lebih aktif sebagai mediator atau justru terjebak dalam perang tarif baru dengan Washington.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Rekomendasi
Salah Umumkan Ayah Messi...
Salah Umumkan Ayah Messi Meninggal, Presenter Argentina Mundur
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
Indonesia Perkuat Regenerasi...
Indonesia Perkuat Regenerasi Atlet demi Kuasai Panggung MMA Asia
Berita Terkini
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
Infografis
Penyebab Jerman Tak...
Penyebab Jerman Tak Siap Hadapi Perang Dunia III Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved