Gara-gara AI, Jumlah Miliarder Dunia Bakal Meledak 25%! Anda Termasuk?

Kamis, 30 April 2026 - 07:23 WIB
loading...
A A A


"Kemampuan untuk membangun bisnis dalam skala besar belum pernah setinggi ini. Hal itu memberikan kemampuan untuk meraup kekayaan besar dalam waktu singkat, diperkuat oleh teknologi dan AI," ujar Bailey seperti dilansir RT.

Menariknya, pertumbuhan miliarder tercepat bukan berasal dari Amerika Serikat (AS), melainkan dari wilayah yang sedang melakukan transformasi besar. Arab Saudi diprediksi mencatat pertumbuhan tercepat, melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi 65 miliarder pada 2031 (dari 23 orang saat ini).

Selanjutnya ada Polandia, dimana jumlah orang super kaya di negara ini juga diperkirakan naik dua kali lipat menjadi 29 orang. Muncul juga Swedia, dengan perkiraan kenaikan sangat signifikan sebesar 81% menjadi 58 orang miliarder.

Saat ini Amerika Utara masih memegang pangsa kekayaan global terbesar (37%), diikuti oleh Asia-Pasifik (31%), dan Eropa (25%). Menariknya meskipun di tengah ketegangan global, jumlah miliarder di Rusia justru mencetak rekor baru dengan total kekayaan USD696 miliar, didorong oleh kenaikan harga komoditas dan logam.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AI Analytics-Trade Flow...
AI Analytics-Trade Flow Siapkan Keputusan Investasi buat Pemula
Perusahaan APAC Berlomba...
Perusahaan APAC Berlomba Adopsi AI, Data Gudang Masih Jadi Hambatan
Elon Musk Jadi Kuadriliuner...
Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?
LM FEB UI Tekankan Pentingnya...
LM FEB UI Tekankan Pentingnya Merekayasa Human Performance di Era AI
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Siapa yang Akan Menguasai...
Siapa yang Akan Menguasai Pasar AI Indonesia Senilai $10,9 Miliar?
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Rekomendasi
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama Swift Vows Love Story Unfolds di V+Short, Kisah Cinta CEO
Keterbatasan SDM Jadi...
Keterbatasan SDM Jadi Tantangan di Papua, Talius Tabuni Dukung Penguatan Program Beasiswa Puncak Cerdas
OTT di Kuansing, KPK...
OTT di Kuansing, KPK Minta Bupati dan Sekda Menyerahkan Diri
Berita Terkini
Merger Enam BPR Dapat...
Merger Enam BPR Dapat Restu OJK, Lintas 5 Provinsi di Sumatera
Penuhi Target 100 GW...
Penuhi Target 100 GW PLTS, Kesiapan SDM Lokal Jadi Syarat Mutlak
MUF Dorong Adopsi Kendaraan...
MUF Dorong Adopsi Kendaraan Listrik bagi Nasabah Bank Mandiri lewat EV Coffee & Drive
Bursa Saham RI Diguncang...
Bursa Saham RI Diguncang MSCI, OJK Garansi Pasar Modal RI Tak Akan Turun Kasta
Bulog Buka Gudang untuk...
Bulog Buka Gudang untuk Mahasiswa UGM, Dirut: Lihat Langsung Pengelolaan Cadangan Beras
Redesign BUMN Via Danantara,...
Redesign BUMN Via Danantara, Langkah Strategis Optimalkan Perlindungan Direksi atas Keputusan Bisnis
Infografis
7 Miliarder Baru yang...
7 Miliarder Baru yang Kekayaannya Meroket Berkat AI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved