Pasar Energi Global di Ambang Bencana, Pasokan LNG Anjlok hingga 20%

Kamis, 30 April 2026 - 22:00 WIB
loading...
A A A
Dalam jangka panjang, konflik tersebut telah menyebabkan kehilangan kumulatif sekitar 120 bcm pasokan LNG untuk periode 2026-2030. Angka itu mempertimbangkan efek gabungan dari gangguan jangka pendek maupun implikasi jangka menengah terhadap pasokan.

"Kerugian akibat konflik Timur Tengah menyumbang sekitar 15 persen dari pasokan LNG global yang diharapkan selama periode 2026-2030. Dampak terhadap pertumbuhan terutama terkonsentrasi pada 2026-2027 dan, oleh karena itu, menunda efek pelonggaran pasar dari gelombang LNG setidaknya dua tahun," demikian kutipan laporan IEA.

Baca Juga: Iran Beri Sinyal Kemampuan Angkatan Laut Baru: Kapal-kapal Perang AS akan Terbakar

Di antara negara-negara regional lain, Irak paling terpukul oleh krisis LNG karena impor gas pipa dari Iran ke Irak dihentikan sementara setelah serangan ke ladang South Pars Iran. IEA menyebut situasi itu menciptakan efek berantai pada kondisi pasokan gas dan listrik Irak yang sudah rapuh sejak 2017.

Krisis ini juga menyoroti kebutuhan investasi yang memadai secara berkelanjutan di seluruh rantai nilai gas dan LNG serta sumber energi lain. IEA menekankan perlunya kerja sama internasional yang lebih erat antara produsen dan konsumen untuk memperkuat keamanan pasokan, mengingat volatilitas harga yang meningkat juga menyoroti keuntungan dari portofolio kontrak jangka panjang yang beragam.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
Panel Energi SPIEF 2026...
Panel Energi SPIEF 2026 Bahas Prospek Harga Minyak Tahun Depan, Bakal Tembus USD170 per Barel?
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, Industri dan Sektor Energi Perlu Dijaga Bersama
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Rekomendasi
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Kanada vs Bosnia Imbang...
Kanada vs Bosnia Imbang 1-1 di Laga Pembuka Grup B Piala Dunia 2026
BYD M6 DM Diklaim Irit...
BYD M6 DM Diklaim Irit 65 Km/Liter, Sudah Diuji 150 Km Nyaris Tanpa Minum Bensin
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
Depleted Uranium Meledak,...
Depleted Uranium Meledak, Eropa di Ambang Bencana Lingkungan!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved