Dunia Semakin Tidak Aman, Belanja Militer Global Cetak Rekor Tembus Rp50.280 Triliun
Jum'at, 01 Mei 2026 - 21:01 WIB
loading...
A
A
A
SIPRI mencatat pengeluaran militer Iran turun 5,6% menjadi USD7,4 miliar akibat tingginya inflasi domestik yang mencapai 42%. Sementara belanja pertahanan Israel turun 4,9% menjadi USD48,3 miliar setelah intensitas perang Gaza mereda pascagencatan senjata Januari 2025.
Kawasan Asia dan Oseania mencatat kenaikan tercepat dengan pengeluaran mencapai USD681 miliar atau naik 8,5% dibandingkan 2024. China menjadi pendorong utama dengan anggaran pertahanan diperkirakan mencapai USD336 miliar pada 2025.
Selain China, negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan juga meningkatkan pengeluaran militernya sebagai respons terhadap ancaman keamanan regional. Jepang menaikkan belanja pertahanan 9,7% menjadi USD62,2 miliar, tertinggi sejak 1958, sementara Taiwan meningkatkan anggaran militer sebesar 14% menjadi USD18,2 miliar.
Menurut SIPRI, peningkatan belanja militer global mencerminkan perubahan lanskap keamanan dunia yang semakin kompleks. Selain perang terbuka, meningkatnya rivalitas geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global dinilai mendorong banyak negara memperkuat kapasitas pertahanan mereka dalam beberapa tahun terakhir.
Kawasan Asia dan Oseania mencatat kenaikan tercepat dengan pengeluaran mencapai USD681 miliar atau naik 8,5% dibandingkan 2024. China menjadi pendorong utama dengan anggaran pertahanan diperkirakan mencapai USD336 miliar pada 2025.
Selain China, negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan juga meningkatkan pengeluaran militernya sebagai respons terhadap ancaman keamanan regional. Jepang menaikkan belanja pertahanan 9,7% menjadi USD62,2 miliar, tertinggi sejak 1958, sementara Taiwan meningkatkan anggaran militer sebesar 14% menjadi USD18,2 miliar.
Menurut SIPRI, peningkatan belanja militer global mencerminkan perubahan lanskap keamanan dunia yang semakin kompleks. Selain perang terbuka, meningkatnya rivalitas geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global dinilai mendorong banyak negara memperkuat kapasitas pertahanan mereka dalam beberapa tahun terakhir.
(nng)
Lihat Juga :