Dunia Semakin Tidak Aman, Belanja Militer Global Cetak Rekor Tembus Rp50.280 Triliun
Jum'at, 01 Mei 2026 - 21:01 WIB
loading...
A
A
A
AS menghabiskan sekitar USD954 miliar untuk sektor pertahanan atau turun 7,5% dibandingkan 2024. Penurunan itu dipengaruhi tidak adanya bantuan militer baru untuk Ukraina. Namun, SIPRI menilai tren tersebut kemungkinan hanya sementara karena Kongres AS telah menyetujui anggaran pertahanan lebih dari USD1 triliun untuk 2026.
Di Eropa, belanja militer melonjak 14% menjadi USD864 miliar, terutama dipicu perang Rusia-Ukraina dan meningkatnya dorongan agar negara-negara Eropa memperkuat pertahanan secara mandiri. Jerman meningkatkan anggaran militernya 24% menjadi USD114 miliar, sementara Spanyol melonjak 50% menjadi USD40,2 miliar.
Rusia mencatat pengeluaran militer sebesar USD190 miliar atau setara 7,5% dari produk domestik bruto (PDB), naik 5,9% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara Ukraina meningkatkan pengeluaran hingga 20% menjadi USD84,1 miliar atau mencapai sekitar 40% PDB negara tersebut.
Di kawasan Timur Tengah, pengeluaran militer relatif stagnan dengan kenaikan tipis 0,1% menjadi USD218 miliar. Meski sebagian besar negara meningkatkan anggaran pertahanan, Israel dan Iran justru mencatat penurunan pengeluaran.
Baca Juga: Iran Ancam Gunakan Senjata yang Sangat Ditakuti AS, Klaim Bisa Bikin Serangan Jantung
Di Eropa, belanja militer melonjak 14% menjadi USD864 miliar, terutama dipicu perang Rusia-Ukraina dan meningkatnya dorongan agar negara-negara Eropa memperkuat pertahanan secara mandiri. Jerman meningkatkan anggaran militernya 24% menjadi USD114 miliar, sementara Spanyol melonjak 50% menjadi USD40,2 miliar.
Rusia mencatat pengeluaran militer sebesar USD190 miliar atau setara 7,5% dari produk domestik bruto (PDB), naik 5,9% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara Ukraina meningkatkan pengeluaran hingga 20% menjadi USD84,1 miliar atau mencapai sekitar 40% PDB negara tersebut.
Di kawasan Timur Tengah, pengeluaran militer relatif stagnan dengan kenaikan tipis 0,1% menjadi USD218 miliar. Meski sebagian besar negara meningkatkan anggaran pertahanan, Israel dan Iran justru mencatat penurunan pengeluaran.
Baca Juga: Iran Ancam Gunakan Senjata yang Sangat Ditakuti AS, Klaim Bisa Bikin Serangan Jantung
Lihat Juga :