Indonesia Miner 2026 Dorong Kolaborasi Global dalam Rantai Pasok Mineral
Selasa, 05 Mei 2026 - 13:39 WIB
loading...
Lebih dari 1.800 delegasi dari 16 negara ambil bagian dalam ajang Indonesia Miner 2026 yang digelar di Jakarta pada 5–7 Mei 2026. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Lebih dari 1.800 delegasi dari 16 negara ambil bagian dalam ajang Indonesia Miner 2026 yang digelar di Jakarta pada 5–7 Mei 2026. Forum ini menjadi wadah strategis untuk mendorong kolaborasi dan inovasi di sektor pertambangan sebagai penopang ekonomi nasional.
"Tahun ini kami melihat bukan hanya peningkatan jumlah partisipasi, tetapi juga konsistensi dukungan dari perusahaan dan delegasi yang kembali berpartisipasi," kata Managing Director Indonesia Miner, Dimas Abdillah, dalam pernyataannya, Selasa (5/5/2026).
Baca Juga: Amman Mineral Bukukan Laba Bersih USD258 Juta di 2025
Dimas menegaskan, Indonesia Miner telah berkembang menjadi platform penting untuk mempertemukan pelaku industri dalam bertukar perspektif dan memperkuat kolaborasi. Transformasi format acara pada tahun ini juga dilakukan untuk menghadirkan pengalaman yang lebih interaktif, dengan desain ruang yang lebih terbuka dan alur program yang dinamis.
Edisi keenam Indonesia Miner mengusung tema “Mining with Meaning: Driving Progress through Responsibility and Intelligence”, yang mencerminkan dorongan bagi industri pertambangan untuk lebih adaptif menghadapi dinamika global sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis.
Rangkaian kegiatan mencakup konferensi lintas komoditas, mulai dari emas, tembaga, mineral kritis, batu bara, hingga energi transisi. Diskusi mencakup rantai nilai industri dari hulu hingga hilir, termasuk tantangan operasional dan peluang penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok mineral global.
Baca Juga: Apa itu Proyek Vault? Ambisi Trump untuk Menguasai Mineral Tanah Jarang
Selain konferensi, acara ini juga menghadirkan lebih dari 40 exhibitor yang menampilkan teknologi dan solusi terkini di sektor pertambangan. Beragam sesi seperti Miners Talk, workshop, dan networking turut digelar untuk memperkuat interaksi antar pelaku industri selama tiga hari penyelenggaraan.
Asisten Deputi Pengembangan Mineral dan Batubara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Herry Permana, dalam keynote-nya menekankan pentingnya peran mineral strategis sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Ia juga menyoroti kolaborasi lintas sektor sebagai kunci dalam membuka peluang tersebut.
"Tahun ini kami melihat bukan hanya peningkatan jumlah partisipasi, tetapi juga konsistensi dukungan dari perusahaan dan delegasi yang kembali berpartisipasi," kata Managing Director Indonesia Miner, Dimas Abdillah, dalam pernyataannya, Selasa (5/5/2026).
Baca Juga: Amman Mineral Bukukan Laba Bersih USD258 Juta di 2025
Dimas menegaskan, Indonesia Miner telah berkembang menjadi platform penting untuk mempertemukan pelaku industri dalam bertukar perspektif dan memperkuat kolaborasi. Transformasi format acara pada tahun ini juga dilakukan untuk menghadirkan pengalaman yang lebih interaktif, dengan desain ruang yang lebih terbuka dan alur program yang dinamis.
Edisi keenam Indonesia Miner mengusung tema “Mining with Meaning: Driving Progress through Responsibility and Intelligence”, yang mencerminkan dorongan bagi industri pertambangan untuk lebih adaptif menghadapi dinamika global sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis.
Rangkaian kegiatan mencakup konferensi lintas komoditas, mulai dari emas, tembaga, mineral kritis, batu bara, hingga energi transisi. Diskusi mencakup rantai nilai industri dari hulu hingga hilir, termasuk tantangan operasional dan peluang penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok mineral global.
Baca Juga: Apa itu Proyek Vault? Ambisi Trump untuk Menguasai Mineral Tanah Jarang
Selain konferensi, acara ini juga menghadirkan lebih dari 40 exhibitor yang menampilkan teknologi dan solusi terkini di sektor pertambangan. Beragam sesi seperti Miners Talk, workshop, dan networking turut digelar untuk memperkuat interaksi antar pelaku industri selama tiga hari penyelenggaraan.
Asisten Deputi Pengembangan Mineral dan Batubara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Herry Permana, dalam keynote-nya menekankan pentingnya peran mineral strategis sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Ia juga menyoroti kolaborasi lintas sektor sebagai kunci dalam membuka peluang tersebut.
(nng)
Lihat Juga :