Akuntabilitas Jadi Kunci Keberlanjutan Industri Fintech
Selasa, 05 Mei 2026 - 14:32 WIB
loading...
A
A
A
Dalam konteks ini, strategi “growth at all costs” dinilai tidak lagi relevan. Perusahaan fintech harus mampu menyeimbangkan pertumbuhan dengan kepatuhan terhadap regulasi yang semakin ketat. Di sisi lain, adopsi teknologi seperti artificial intelligence (AI) dan generative AI (GenAI) terus meningkat dan kini digunakan dalam proses penting seperti penilaian kredit dan deteksi fraud.
"AI di fintech bukan lagi sekadar alat efisiensi. Ia sudah masuk ke wilayah pengambilan keputusan. Karena itu, setiap model harus bisa dijelaskan, diaudit, dan dipertanggungjawabkan," ujar Arfan.
Baca Juga: Inovasi Teknologi Finansial Berkembang, KrediOne Tekankan Literasi
Ia menambahkan, tanpa pengawasan memadai, termasuk penerapan mekanisme human-in-the-loop, penggunaan AI berpotensi menimbulkan risiko baru yang bersifat sistemik.
Perubahan lanskap ini juga mendorong kebutuhan talenta baru yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga memahami aspek kepatuhan. Industri kini membutuhkan talenta multidisiplin yang mampu menggabungkan keahlian teknologi, analisis data, serta pemahaman regulasi.
Arfan menegaskan, masa eksperimen dalam industri fintech telah berakhir dan kini memasuki tahap pembuktian. Keunggulan tidak lagi ditentukan oleh kecepatan inovasi semata, melainkan oleh kemampuan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan tanggung jawab.
"AI di fintech bukan lagi sekadar alat efisiensi. Ia sudah masuk ke wilayah pengambilan keputusan. Karena itu, setiap model harus bisa dijelaskan, diaudit, dan dipertanggungjawabkan," ujar Arfan.
Baca Juga: Inovasi Teknologi Finansial Berkembang, KrediOne Tekankan Literasi
Ia menambahkan, tanpa pengawasan memadai, termasuk penerapan mekanisme human-in-the-loop, penggunaan AI berpotensi menimbulkan risiko baru yang bersifat sistemik.
Perubahan lanskap ini juga mendorong kebutuhan talenta baru yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga memahami aspek kepatuhan. Industri kini membutuhkan talenta multidisiplin yang mampu menggabungkan keahlian teknologi, analisis data, serta pemahaman regulasi.
Arfan menegaskan, masa eksperimen dalam industri fintech telah berakhir dan kini memasuki tahap pembuktian. Keunggulan tidak lagi ditentukan oleh kecepatan inovasi semata, melainkan oleh kemampuan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan tanggung jawab.
(nng)
Lihat Juga :