Strategi Harga Murah AMDK Hadapi Tantangan Loyalitas Konsumen

Rabu, 06 Mei 2026 - 12:35 WIB
loading...
Strategi Harga Murah...
Kesuksesan nyata sebuah merek harus tercermin dari data pembelian ulang. FOTO/iStock
A A A
JAKARTA - Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Aquviva dari Wings Group berhasil mencuri perhatian sejak diluncurkan pada Februari 2025 berkat promosi masif dan penawaran harga lebih murah untuk volume lebih besar. Namun, pengamat industri menilai klaim keberhasilan Aquviva menggeser dominasi pasar AMDK masih perlu dibuktikan lebih lanjut.

"Masih terlalu dini untuk menyebut sukses dalam konteks pangsa pasar. Yang bisa dikatakan saat ini adalah Aquviva berhasil menciptakan awareness awal dan memicu trial dari konsumen," ungkap Safaruddin Husada, praktisi komunikasi pemasaran dan peneliti di LSPR Institute, dikutip, Rabu (6/5/2026).

Baca Juga: Pakar Pemasaran Soroti Pentingnya Kualitas Produk dalam Keberlanjutan Bisnis AMDK

Safaruddin menekankan bahwa kesuksesan nyata sebuah merek harus tercermin dari data pembelian ulang, distribusi merata, dan pangsa pasar stabil—bukan hanya bergantung pada promosi. Pandangan serupa disampaikan Yuswohady, pengamat bisnis dan marketing serta Managing Partner Inventure, yang menilai satu tahun belum cukup untuk mengukur daya tahan merek Fast-Moving Consumer Goods (FMCG).

“Kalau dibilang Aquviva sukses menurut saya dalam waktu setahun itu belum. Minimal lima tahun kalau bisa mengambil market share secara konstan itu baru bisa dikatakan berhasil,” kata Yuswohady. Ia mengingatkan membangun merek lebih mudah daripada mempertahankannya di tengah persaingan ketat.



Tantangan utama Aquviva muncul dari penerimaan konsumen terhadap kualitas produk. Sejumlah percakapan di media sosial menunjukkan sebagian konsumen yang awalnya tergiur harga murah mengeluhkan rasa air yang dianggap biasa saja atau tidak segar. Yuswohady menilai “dari produk tidak ada yang istimewa.”

Temuan dari kunjungan Komisi VII DPR RI ke pabrik PT Tirta Alam Segar di Cikarang pada April 2026 mengungkap pasokan air baku Aquviva berasal dari kawasan industri MM2100 yang terhubung dengan Perumda Tirta Bhagasasi (PDAM Kabupaten Bekasi), bukan mata air pegunungan. Fakta ini引发 diskusi publik mengenai standar kualitas air minum.

Baca Juga: Lindungi Konsumen, BPKN Minta Produsen AMDK Tarik Galon Tua dari Peredaran

Bagi konsumen Indonesia yang mengasosiasikan AMDK berkualitas dengan kemurnian mata air pegunungan, penggunaan air olahan PDAM atau sumur bor dianggap kompromi kualitas. Tanpa diferensiasi kualitas yang nyata dan sumber air yang meyakinkan, mempertahankan konsumen terus membeli akan menjadi tantangan besar.

Safaruddin mengingatkan promosi efektif untuk penjualan jangka pendek, tetapi “promotion decay effect” dapat terjadi jika tidak didukung kualitas konsisten. Wings Group perlu konsolidasi strategi distribusi, bangun kepercayaan konsumen, dan pertahankan standar kualitas untuk mengukuhkan posisi Aquviva di pasar AMDK nasional yang kompetitif.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perkuat Konsolidasi...
Perkuat Konsolidasi Industri AMDK dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan
Industri AMDK di Antara...
Industri AMDK di Antara Tekanan Energi dan Logistik, Menunggu Keberpihakan Negara
Pakar Pemasaran Soroti...
Pakar Pemasaran Soroti Pentingnya Kualitas Produk dalam Keberlanjutan Bisnis AMDK
Komunikasi Merek AMDK...
Komunikasi Merek AMDK Harus Eksplisit soal Air dari Akuifer Terlindungi
Munas XI Aspadin Menguatkan...
Munas XI Aspadin Menguatkan Tekad Mewujudkan Industri AMDK Berdaya Saing
Beda Air Rumahan, Produk...
Beda Air Rumahan, Produk AMDK Telah Melalui Uji Ketat
BPOM: 99,76 Persen AMDK...
BPOM: 99,76 Persen AMDK Merupakan Produk Dalam Negeri
Dari Rumah ke TPA: Perbedaan...
Dari Rumah ke TPA: Perbedaan yang Jarang Disadari soal Galon
Gejolak Global Picu...
Gejolak Global Picu Kenaikan Harga Bahan Baku Kemasan, Amdatara Minta Insentif Pemerintah
Rekomendasi
Penampakan Koper Berisi...
Penampakan Koper Berisi Emas Disita Polisi usai Geledah Rumah di Bogor
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
Nurul Arifin Sebut Riset...
Nurul Arifin Sebut Riset SSI Bukti Bahlil Berhasil Terjemahkan Visi Prabowo ke Publik
Berita Terkini
IHSG Sesi Siang Merayap...
IHSG Sesi Siang Merayap Naik 0,21 Persen, Transaksi Cetak Rp6,7 Triliun
Apa Sih Sebenarnya Logam...
Apa Sih Sebenarnya Logam Tanah Jarang? Sering Disebut Minyak Baru
Layanan Super Cepat,...
Layanan Super Cepat, TASPEN Rampungkan 99,97% Klaim dan Targetkan Selesai H+1
Solusi Cicilan Lebih...
Solusi Cicilan Lebih Ringan, Intip Keuntungan Pindah KPR ke BRI
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Turun ke 5.865, Mayoritas Saham Berada di Zona Merah
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved