Rupiah Ambruk hingga Rp17.500 per Dolar AS, BI Buka Suara

Selasa, 12 Mei 2026 - 20:55 WIB
loading...
Rupiah Ambruk hingga...
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memberikan respons terkait meningkatnya tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang menembus Rp17.500 per dolar AS. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti mengungkapkan bahwa pelemahan mata uang Garuda dipicu oleh kombinasi meningkatnya ketidakpastian global serta adanya lonjakan permintaan Dolar AS di pasar domestik untuk kebutuhan musiman.

Destry menjelaskan eskalasi konflik di Timur Tengah telah mendorong kenaikan harga minyak mentah dan memicu kekhawatiran di pasar global. Secara domestik, terdapat siklus tahunan yang meningkatkan kebutuhan valuta asing.

"Tekanan rupiah dalam hari ini meningkat karena di Timur Tengah yang masih berlangsung dengan intensitas yang meningkat mendorong naiknya harga minyak dan ketidakpastian global," ujar Destry dalam keterangannya, Selasa (12/5/2026).

Baca Juga: Rupiah Menangis Tembus Rp17.529, Purbaya: Itu Urusan Bank Sentral

Selain faktor eksternal, BI mencatat adanya peningkatan permintaan Dolar AS yang signifikan dari dalam negeri. Hal ini berkaitan dengan periode pembayaran Utang Luar Negeri (ULN), pembagian deviden perusahaan, hingga persiapan dana untuk ibadah haji.

Meski demikian, BI menegaskan bahwa likuiditas valas di pasar domestik masih memadai, yang tercermin dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) valas yang mencapai 10,9 persen year-to-date (ytd) pada akhir Maret.



Kepercayaan investor asing pun dinilai tetap solid dengan masuknya aliran modal (inflows) ke aset portofolio Indonesia, khususnya SBN dan SRBI, sebesar Rp61,6 triliun selama April. Guna meredam volatilitas, Bank Indonesia memastikan akan terus menjaga stabilitas nilai tukar dengan mengoptimalkan berbagai instrumen operasi moneter. Destry menegaskan komitmen BI untuk selalu hadir di pasar.

"BI akan terus berkomitmen untuk selalu berada di pasar dengan melakukan smart intervention baik di pasar spot, DNDF maupun NDF, dan juga mengoptimalkan penggunaan semua instrumen operasi moneter sehingga diharapkan dapat mengurangi tekanan pada Rupiah," papar Destry.

Baca Juga: Rupiah Kian Babak Belur, Dolar AS Kini Tembus Rp17.529

Dengan demikian, Bank Indonesia memperkirakan bahwa tekanan yang terjadi saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh faktor yang bersifat temporal dan musiman. BI optimistis tekanan ini akan mereda seiring berjalannya waktu, sehingga nilai tukar dapat bergerak kembali ke level fundamentalnya. "BI memperkirakan tekanan yang bersifat musiman ini akan mereda sehingga nilai tukar Rupiah bisa kembali ke level fundamentalnya," pungkas Destry.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Dolar AS Makin Ganas...
Dolar AS Makin Ganas di Tengah Perang, Harga Minyak Tembus USD90 per Barel
BI: Penyerapan Tenaga...
BI: Penyerapan Tenaga Kerja RI Melambat di Triwulan II 2026
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
Rupiah Semringah Sambut...
Rupiah Semringah Sambut Akhir Pekan, Menjauh dari Level Rp18 Ribu per Dolar AS
Bukan Cuma Harga Minyak,...
Bukan Cuma Harga Minyak, Tata Kelola APBN yang Buruk Jadi Biang Kerok Lemahnya Rupiah
Secret Service hingga...
Secret Service hingga FBI Dilibatkan Uji Keaslian Dolar Sitaan Kasus Febrie Adriansyah, Ini Alasannya
Perkuat Digitalisasi...
Perkuat Digitalisasi Pariwisata dan Kuliner Jakarta, BI-Pemprov DKI Kolaborasi Ceremony QRIS
Kemenag-BI Dorong Rohis...
Kemenag-BI Dorong Rohis Jadi Penggerak Literasi Syariah di Ruang Digital
Rekomendasi
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dikhawatirkan Akan Diserahkan ke Israel
Bacaan 2 Ayat Terakhir...
Bacaan 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah dan 3 Manfaatnya yang Dahsyat
Korban Jiwa Militer...
Korban Jiwa Militer AS Berjatuhan, Trump: Iran Akan Bayar Berkali-kali Lipat!
Berita Terkini
IHSG Masih Perkasa,...
IHSG Masih Perkasa, Hari Ini Dibuka Menanjak Naik 0,67% ke level 6.273.
Bappenas Petakan Kekayaan...
Bappenas Petakan Kekayaan Hayati Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjuran
Kilau Emas Meredup,...
Kilau Emas Meredup, Turun 9 Ribu Sentuh Level Rp2.601.000/Gram
Tabungan Kelas Menengah...
Tabungan Kelas Menengah Melambat, LPS Menyoroti Anomali Melejitnya Simpanan di Atas Rp5 Miliar
AS Kembali Picu Perang...
AS Kembali Picu Perang Dagang, Kali Ini Kanada Bakal Dihantam Tarif 50%
Saat Infrastruktur,...
Saat Infrastruktur, Fasilitas, dan Komunitas Tumbuh Bersama dalam Satu Kawasan
Infografis
Warren Buffett Sebut...
Warren Buffett Sebut Dolar AS Sedang Menuju ke Neraka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved