Harga Sama, KKI Soroti Diskriminasi Kualitas Galon Guna Ulang di Pasaran

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:38 WIB
loading...
Harga Sama, KKI Soroti...
Ketua Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) David Tobing. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) menyoroti peredaran dua jenis galon guna ulang dengan standar keamanan berbeda namun dijual dengan harga yang sama di pasaran. Kondisi tersebut dinilai menimbulkan ketidakadilan bagi konsumen sekaligus memunculkan pertanyaan terkait perlindungan kesehatan dan transparansi produk.

Ketua KKI David Tobing mengatakan, konsumen mempertanyakan alasan produsen air minum dalam kemasan (AMDK) mengedarkan dua jenis galon dengan standar material berbeda tetapi dipasarkan dengan harga serupa.

"Mengapa produsen yang sama mengedarkan dua standar keamanan kemasan yang berbeda? Konsumen mempertanyakan diskriminasi kualitas dan keamanan kemasan yang beredar ini," kata David dalam konferensi pers, baru-baru ini.

Baca Juga: KKI Ingatkan ke Konsumen Galon Guna Ulang Ada Batas Masa Pakainya

Menurut dia, selama puluhan tahun galon guna ulang yang beredar di Indonesia didominasi bahan polikarbonat yang mengandung Bisphenol A (BPA). Namun sejak 2019, produsen mulai memperkenalkan galon berbahan PET (Polyethylene Terephthalate) yang bebas BPA dengan distribusi awal terbatas, sebelum diperluas ke pasar Jawa pada 2024.

KKI mencatat berdasarkan pengaduan dari 250 konsumen di tujuh kota besar selama Maret hingga April 2026, sebanyak 62% responden mengaku mengetahui adanya perbedaan jenis galon tersebut. Konsumen mempertanyakan mengapa produk dengan tingkat keamanan berbeda dijual dengan harga yang sama.



Selain persoalan material, KKI juga menyoroti kondisi fisik galon polikarbonat yang dinilai sudah tidak layak edar. Sebanyak 92% konsumen mengaku menerima galon berusia lebih dari satu tahun, sementara 30% melaporkan kondisi galon kusam atau berlumut dan 18% lainnya retak.

David menjelaskan galon polikarbonat memiliki risiko peluruhan BPA terutama apabila terpapar sinar matahari, dicuci dengan prosedur yang tidak standar, dan digunakan berulang kali. Pakar polimer dari Universitas Indonesia sebelumnya merekomendasikan batas aman penggunaan galon polikarbonat maksimal satu tahun atau 40 kali pengisian ulang guna mencegah risiko kesehatan seperti obesitas, diabetes, dan gangguan reproduksi.

Baca Juga: Mayoritas Konsumen Keluhkan Bahaya Galon Tua, KKI: 92 Juta Penduduk Terancam BPA

KKI mendesak pemerintah segera menetapkan regulasi yang lebih tegas terkait masa pakai galon guna ulang dan standar keamanan kemasan. Menurut David, kekosongan aturan mengenai batas usia penggunaan galon menjadi akar persoalan yang perlu segera dibenahi untuk melindungi kesehatan masyarakat.

"Kalau harganya sama, konsumen wajib mendapatkan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan yang sama. Negara perlu regulasi yang melindungi kesehatan masyarakat, bukan sekadar keuntungan produsen," ujar David.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengetatan Standar Migrasi...
Pengetatan Standar Migrasi BPA Galon Polikarbonat Dipertanyakan, Pakar: Perlu Ada Studi
BPOM Perketat Batas...
BPOM Perketat Batas Migrasi BPA Galon Guna Tekan Risiko Pubertas Dini
KKI Ingatkan ke Konsumen...
KKI Ingatkan ke Konsumen Galon Guna Ulang Ada Batas Masa Pakainya
Harga Plastik Naik,...
Harga Plastik Naik, Industri Didorong Bangun Ketahanan di Tengah Tekanan Global
Lindungi Konsumen, BPKN...
Lindungi Konsumen, BPKN Minta Produsen AMDK Tarik Galon Tua dari Peredaran
DPR Soroti soal Galon...
DPR Soroti soal Galon Guna Ulang Melebihi Batas Usia Pakai
Penelitian Unair: Galon...
Penelitian Unair: Galon Polikarbonat Tak Terkait Gangguan Hormon hingga Kanker
Pengamat: Kemasan Guna...
Pengamat: Kemasan Guna Ulang Bisa Jadi Alternatif Solusi Kenaikan Harga Plastik
Legislator PDIP Minta...
Legislator PDIP Minta Negara Sediakan Air Layak Minum untuk Masyarakat
Rekomendasi
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Prabowonomics Jadi Tema...
Prabowonomics Jadi Tema Harlah ke-28 PKB, Cak Imin Beri Penjelasan
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved