Kemudahan Transaksi Jadi Penentu Utama Nasabah Pilih Bank Digital
Rabu, 13 Mei 2026 - 18:23 WIB
loading...
Kemudahan dan kecepatan transaksi menjadi faktor utama masyarakat Indonesia dalam memilih layanan bank digital. FOTO/iStock Photo
A
A
A
JAKARTA - Kemudahan dan kecepatan transaksi menjadi faktor utama masyarakat Indonesia dalam memilih layanan bank digital di tengah pesatnya pertumbuhan transaksi non-tunai dan ekosistem keuangan digital. Bank digital kini tidak lagi sekadar digunakan sebagai tempat menyimpan dana, tetapi telah menjadi platform utama untuk berbagai aktivitas transaksi harian.
Data Bank Indonesia menunjukkan volume transaksi pembayaran digital mencapai 14,28 miliar transaksi pada triwulan I-2026. Pertumbuhan juga terjadi pada berbagai kanal pembayaran digital, termasuk mobile banking, internet banking, serta QRIS yang melonjak 116,45% secara tahunan.
"Hasil ini menunjukkan bahwa pengguna kini semakin selektif dalam memilih layanan keuangan digital. Tidak hanya dari sisi layanan keuangan, tetapi juga kemudahan dalam terhubung dengan berbagai kebutuhan bertransaksi sehari-hari menjadi faktor yang diprioritaskan," ujar Managing Director Ipsos Indonesia, Hansal Savla dalam keterangannya, Rabu (13/5/2026).
Baca Juga: Ipsos 2025 Membedah: Bagaimana UMKM dan Brand Lokal Berjuang di Arena E-Commerce?
Survei Persepsi dan Kepuasan Pengguna terhadap Layanan Bank Digital di Indonesia 2026 yang dilakukan Ipsos Indonesia pada April 2026 menunjukkan sebanyak 71% responden memilih bank digital karena kemudahan dan kecepatan transaksi. Selain itu, 66% responden menilai kelengkapan fitur seperti pembayaran QRIS, pembayaran tagihan, dan dukungan belanja daring menjadi pertimbangan utama.
Meningkatnya penggunaan transaksi digital juga memperkuat kebutuhan masyarakat terhadap layanan yang terintegrasi dengan ekosistem digital, seperti e-commerce dan dompet digital. Dari sisi infrastruktur, sistem pembayaran ritel BI-FAST juga mencatat pertumbuhan signifikan yang mencerminkan tingginya kebutuhan transaksi digital cepat dan efisien.
Dalam survei tersebut, SeaBank tercatat menjadi aplikasi bank digital yang paling banyak dipilih untuk mendukung transaksi harian dengan capaian 52% pada kategori transfer, pembayaran, dan transaksi daring. Posisi berikutnya ditempati Bank Jago sebesar 50%, Neobank 49%, Allo Bank 40%, dan Superbank 39%.
Pada aspek integrasi dengan ekosistem digital lainnya, SeaBank juga menempati posisi teratas dengan tingkat pilihan responden sebesar 50%, diikuti Bank Jago 46%, Superbank 43%, Neobank 36%, dan Allo Bank 26%. Hasil tersebut menunjukkan konektivitas lintas platform menjadi faktor penting dalam membentuk pengalaman pengguna yang lebih praktis.
Untuk aktivitas pengisian saldo dompet digital, SeaBank mencatat tingkat penggunaan tertinggi sebesar 77%, disusul Bank Jago 70%, Superbank 66%, Neobank 65%, dan Allo Bank 57%. Sementara untuk kebutuhan belanja online, sebanyak 69% responden memilih SeaBank, diikuti Bank Jago 58%, Allo Bank 50%, Superbank 47%, dan Neobank 41%.
Baca Juga: Riset IPSOS: Shopee Raih Peringkat Pertama di Indikator Tingkat Kepuasan Pengguna E-Commerce
Hansal menambahkan integrasi dengan berbagai layanan digital kini menjadi kebutuhan utama pengguna bank digital. Menurut dia, masyarakat cenderung memilih layanan yang mampu mendukung berbagai aktivitas transaksi secara praktis dalam satu platform yang terhubung.
Temuan survei tersebut menegaskan bahwa bank digital kini semakin menjadi bagian penting dalam aktivitas finansial masyarakat Indonesia. Selain faktor keamanan dan layanan, pengguna juga semakin mempertimbangkan kecepatan transaksi, kemudahan penggunaan, serta kemampuan layanan untuk terhubung dengan berbagai kebutuhan digital sehari-hari.
Data Bank Indonesia menunjukkan volume transaksi pembayaran digital mencapai 14,28 miliar transaksi pada triwulan I-2026. Pertumbuhan juga terjadi pada berbagai kanal pembayaran digital, termasuk mobile banking, internet banking, serta QRIS yang melonjak 116,45% secara tahunan.
"Hasil ini menunjukkan bahwa pengguna kini semakin selektif dalam memilih layanan keuangan digital. Tidak hanya dari sisi layanan keuangan, tetapi juga kemudahan dalam terhubung dengan berbagai kebutuhan bertransaksi sehari-hari menjadi faktor yang diprioritaskan," ujar Managing Director Ipsos Indonesia, Hansal Savla dalam keterangannya, Rabu (13/5/2026).
Baca Juga: Ipsos 2025 Membedah: Bagaimana UMKM dan Brand Lokal Berjuang di Arena E-Commerce?
Survei Persepsi dan Kepuasan Pengguna terhadap Layanan Bank Digital di Indonesia 2026 yang dilakukan Ipsos Indonesia pada April 2026 menunjukkan sebanyak 71% responden memilih bank digital karena kemudahan dan kecepatan transaksi. Selain itu, 66% responden menilai kelengkapan fitur seperti pembayaran QRIS, pembayaran tagihan, dan dukungan belanja daring menjadi pertimbangan utama.
Meningkatnya penggunaan transaksi digital juga memperkuat kebutuhan masyarakat terhadap layanan yang terintegrasi dengan ekosistem digital, seperti e-commerce dan dompet digital. Dari sisi infrastruktur, sistem pembayaran ritel BI-FAST juga mencatat pertumbuhan signifikan yang mencerminkan tingginya kebutuhan transaksi digital cepat dan efisien.
Dalam survei tersebut, SeaBank tercatat menjadi aplikasi bank digital yang paling banyak dipilih untuk mendukung transaksi harian dengan capaian 52% pada kategori transfer, pembayaran, dan transaksi daring. Posisi berikutnya ditempati Bank Jago sebesar 50%, Neobank 49%, Allo Bank 40%, dan Superbank 39%.
Pada aspek integrasi dengan ekosistem digital lainnya, SeaBank juga menempati posisi teratas dengan tingkat pilihan responden sebesar 50%, diikuti Bank Jago 46%, Superbank 43%, Neobank 36%, dan Allo Bank 26%. Hasil tersebut menunjukkan konektivitas lintas platform menjadi faktor penting dalam membentuk pengalaman pengguna yang lebih praktis.
Untuk aktivitas pengisian saldo dompet digital, SeaBank mencatat tingkat penggunaan tertinggi sebesar 77%, disusul Bank Jago 70%, Superbank 66%, Neobank 65%, dan Allo Bank 57%. Sementara untuk kebutuhan belanja online, sebanyak 69% responden memilih SeaBank, diikuti Bank Jago 58%, Allo Bank 50%, Superbank 47%, dan Neobank 41%.
Baca Juga: Riset IPSOS: Shopee Raih Peringkat Pertama di Indikator Tingkat Kepuasan Pengguna E-Commerce
Hansal menambahkan integrasi dengan berbagai layanan digital kini menjadi kebutuhan utama pengguna bank digital. Menurut dia, masyarakat cenderung memilih layanan yang mampu mendukung berbagai aktivitas transaksi secara praktis dalam satu platform yang terhubung.
Temuan survei tersebut menegaskan bahwa bank digital kini semakin menjadi bagian penting dalam aktivitas finansial masyarakat Indonesia. Selain faktor keamanan dan layanan, pengguna juga semakin mempertimbangkan kecepatan transaksi, kemudahan penggunaan, serta kemampuan layanan untuk terhubung dengan berbagai kebutuhan digital sehari-hari.
(nng)
Lihat Juga :