Superbank Bukukan Laba Sebelum Pajak Rp142 Miliar hingga April 2026
Jum'at, 22 Mei 2026 - 14:29 WIB
loading...
PT Super Bank Indonesia Tbk (Superbank) melaporkan kinerja hingga April 2026. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Super Bank Indonesia Tbk (Superbank) mencatatkan laba sebelum pajak sebesar Rp142 miliar hingga April 2026, melonjak signifikan secara tahunan. Kinerja tersebut didorong oleh ekspansi kredit, pertumbuhan dana pihak ketiga, serta penguatan ekosistem digital perusahaan.
“Kinerja positif ini mencerminkan keberhasilan strategi pertumbuhan berbasis ekosistem yang dijalankan secara disiplin dan prudent pasca IPO,” manajemen PT Super Bank Indonesia Tbk dalam keterangan resmi, Jumat (22/5/2026).
Baca Juga: Superbank Gandeng KakaoBank Hadirkan Tabungan Gamifikasi
Secara keseluruhan, laba sebelum pajak Superbank tumbuh 1.528,8% secara tahunan (year-on-year/YoY). Pertumbuhan tersebut sejalan dengan peningkatan total aset sebesar 71,5% YoY menjadi Rp24,0 triliun, serta penyaluran kredit yang mencapai Rp12,2 triliun atau tumbuh 55,4% YoY.
Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat signifikan 98,4% YoY menjadi Rp15,1 triliun. Sementara itu, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) tercatat naik 84,5% YoY menjadi Rp671 miliar, mencerminkan kinerja intermediasi yang solid dan efisiensi operasional berbasis digital.
Pertumbuhan bisnis juga didukung oleh inovasi produk dan integrasi dalam ekosistem digital. Superbank memperluas penetrasi layanan melalui produk Pinjaman Atur Sendiri (PAS) yang terintegrasi dalam platform Grab dan OVO, serta peluncuran “Kartu Untung” bersama KakaoBank.
“Kinerja positif ini mencerminkan keberhasilan strategi pertumbuhan berbasis ekosistem yang dijalankan secara disiplin dan prudent pasca IPO,” manajemen PT Super Bank Indonesia Tbk dalam keterangan resmi, Jumat (22/5/2026).
Baca Juga: Superbank Gandeng KakaoBank Hadirkan Tabungan Gamifikasi
Secara keseluruhan, laba sebelum pajak Superbank tumbuh 1.528,8% secara tahunan (year-on-year/YoY). Pertumbuhan tersebut sejalan dengan peningkatan total aset sebesar 71,5% YoY menjadi Rp24,0 triliun, serta penyaluran kredit yang mencapai Rp12,2 triliun atau tumbuh 55,4% YoY.
Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat signifikan 98,4% YoY menjadi Rp15,1 triliun. Sementara itu, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) tercatat naik 84,5% YoY menjadi Rp671 miliar, mencerminkan kinerja intermediasi yang solid dan efisiensi operasional berbasis digital.
Pertumbuhan bisnis juga didukung oleh inovasi produk dan integrasi dalam ekosistem digital. Superbank memperluas penetrasi layanan melalui produk Pinjaman Atur Sendiri (PAS) yang terintegrasi dalam platform Grab dan OVO, serta peluncuran “Kartu Untung” bersama KakaoBank.
Lihat Juga :