Visa Soroti Peran AI dalam Transformasi Industri Pembayaran Digital
Rabu, 13 Mei 2026 - 19:09 WIB
loading...
A
A
A
Perubahan itu mendorong transformasi peran lembaga keuangan dari sekadar pemroses transaksi menjadi mitra strategis dalam ekosistem perdagangan digital yang semakin terintegrasi. Diskusi dalam forum juga menekankan pentingnya model kolaborasi berbasis platform dan ekosistem terbuka dibandingkan pendekatan produk yang berdiri sendiri.
Futuris Ross Dawson dalam forum tersebut menyebut daya saing industri jasa keuangan Indonesia ke depan akan sangat ditentukan oleh kejelasan peran pelaku industri, hubungan berbasis kepercayaan, serta kemampuan mengombinasikan teknologi dan keahlian manusia secara seimbang.
Baca Juga: Pembayaran QRIS Bisa Dipakai di China, Peluang Baru bagi UMKM
Selain itu, Visa menilai hiperpersonalisasi berbasis AI akan menjadi kunci menjaga relevansi layanan keuangan digital di tengah meningkatnya ekspektasi konsumen, khususnya Generasi Z dan Generasi Alpha. Namun, peningkatan penggunaan AI juga dinilai memperbesar risiko penipuan digital sehingga sistem keamanan harus mampu bekerja secara real time dengan dukungan teknologi berbasis intelijen.
Visa menegaskan akan terus memperluas investasi pada platform cloud native, layanan keterlibatan pelanggan, serta manajemen risiko berbasis AI untuk mendukung modernisasi sistem pembayaran. Forum tersebut ditutup dengan penekanan bahwa kepercayaan akan menjadi fondasi utama dalam pengembangan industri pembayaran digital di era otomatisasi dan kecerdasan buatan.
Futuris Ross Dawson dalam forum tersebut menyebut daya saing industri jasa keuangan Indonesia ke depan akan sangat ditentukan oleh kejelasan peran pelaku industri, hubungan berbasis kepercayaan, serta kemampuan mengombinasikan teknologi dan keahlian manusia secara seimbang.
Baca Juga: Pembayaran QRIS Bisa Dipakai di China, Peluang Baru bagi UMKM
Selain itu, Visa menilai hiperpersonalisasi berbasis AI akan menjadi kunci menjaga relevansi layanan keuangan digital di tengah meningkatnya ekspektasi konsumen, khususnya Generasi Z dan Generasi Alpha. Namun, peningkatan penggunaan AI juga dinilai memperbesar risiko penipuan digital sehingga sistem keamanan harus mampu bekerja secara real time dengan dukungan teknologi berbasis intelijen.
Visa menegaskan akan terus memperluas investasi pada platform cloud native, layanan keterlibatan pelanggan, serta manajemen risiko berbasis AI untuk mendukung modernisasi sistem pembayaran. Forum tersebut ditutup dengan penekanan bahwa kepercayaan akan menjadi fondasi utama dalam pengembangan industri pembayaran digital di era otomatisasi dan kecerdasan buatan.
(nng)
Lihat Juga :