Selat Hormuz Ditutup, Stok Minyak Kilang Terbesar Vietnam Kritis

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:37 WIB
loading...
Selat Hormuz Ditutup,...
Penutupan Selat Hormuz akibat konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran telah memicu gangguan besar terhadap rantai pasok energi global. FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - Perusahaan perdagangan minyak milik negara Vietnam, Petrovietnam Oil Corporation (PVOIL), meminta Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) mengizinkan kapal tanker pengangkut minyak mentah Irak melintasi blokade di kawasan Teluk Timur Tengah. Permintaan itu disampaikan menyusul menipisnya stok bahan baku di Kilang Nghi Son Refinery (NSRP) yang menjadi salah satu pemasok utama bahan bakar Vietnam.

"Muatan ini sangat penting bagi Kilang Nghi Son (NSRP), bagi Republik Sosialis Vietnam, dan bagi rakyat Vietnam," ujar Wakil Presiden PVOIL, Hoang Dinh Tung, dalam surat tertanggal 12 Mei yang ditujukan kepada otoritas militer dan diplomatik AS.

Baca Juga: Selat Hormuz Ditutup 70 Hari, Pasokan Minyak Dunia Terkuras 1 Miliar Barel

Menurut laporan Reuters, kapal supertanker berbendera Malta, Agio Fanourios I, membawa sekitar 2 juta barel minyak mentah Basra asal Irak yang dijual perusahaan minyak negara Irak, SOMO. Kapal tersebut tercatat keluar dari Selat Hormuz pada 10 Mei sebelum berbalik arah di Teluk Oman sehari kemudian berdasarkan data pelacakan MarineTraffic.



Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) menyatakan pengalihan kapal dilakukan dalam rangka penegakan blokade terhadap Iran. Namun, pihak militer AS belum memberikan kepastian apakah kapal tersebut akan diizinkan melanjutkan perjalanan menuju Vietnam.

Dalam suratnya, PVOIL menegaskan muatan tanker tersebut bukan berasal dari Iran, melainkan minyak mentah Irak yang telah dimuat pada 10-14 April. Perusahaan memperingatkan keterlambatan pasokan berpotensi menghentikan operasional Kilang Nghi Son yang memasok kebutuhan energi domestik Vietnam.

PVOIL menyebut stok bahan baku kilang saat ini berada pada level kritis. Jika pengiriman terus tertunda, kondisi tersebut dikhawatirkan menimbulkan gangguan terhadap jutaan konsumen, sektor industri, layanan publik, hingga aktivitas bisnis di Vietnam.

Baca Juga: Angkut Reaktor Nuklir ke Korut, Kapal Rusia Tenggelam setelah Ditembak Torpedo NATO

Penutupan Selat Hormuz akibat konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran telah memicu gangguan besar terhadap rantai pasok energi global. Jalur strategis tersebut selama ini dilalui sekitar 20 persen pasokan energi dunia dan kini menyebabkan ratusan kapal tanker tertahan di kawasan Teluk.

Krisis tersebut turut meningkatkan kekhawatiran terhadap ketahanan energi negara-negara Asia yang sangat bergantung pada impor minyak Timur Tengah. Gangguan distribusi minyak global juga mendorong kenaikan biaya energi dan memperbesar risiko tekanan inflasi di kawasan.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
Harga Minyak Dunia Kembali...
Harga Minyak Dunia Kembali Tembus USD100 per Barel, Pertalite Bakal Naik?
60 Negara Kena Getok...
60 Negara Kena Getok Tarif Kerja Paksa AS 10-12,5%, Dedengkot BRICS Bakal Balik Melawan
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Rekomendasi
Kasus Korupsi MBG, Kejagung...
Kasus Korupsi MBG, Kejagung Buka Kemungkinan Periksa Nanik S Deyang
Bandung Jadi Tuan Rumah...
Bandung Jadi Tuan Rumah Perdana Erafone Run 2026, Targetkan 2.000 Peserta
Mantan Koordinator Pusat...
Mantan Koordinator Pusat BEM SI Dukung Penuntasan Kasus Eks Jampidsus
Berita Terkini
Purbaya Sebut Penyaluran...
Purbaya Sebut Penyaluran Bansos lewat Kopdes Arahan Langsung Prabowo
PLN EPI Kebut Ekosistem...
PLN EPI Kebut Ekosistem Biohidrogen, Optimalkan 60 Juta Ton Biomassa
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
Dukung Pendidikan Wilayah...
Dukung Pendidikan Wilayah Pesisir, PHE Gelar Pemeriksaan Mata Gratis di Kepulauan Seribu
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved