Pertumbuhan Industri dan Kontraksi Listrik Dinilai Masih Rasional
Rabu, 13 Mei 2026 - 22:57 WIB
loading...
A
A
A
Ia menambahkan, perhitungan nilai tambah sektor listrik dalam Produk Domestik Bruto (PDB) tidak selalu mencerminkan volume fisik listrik yang disalurkan. Kenaikan biaya produksi listrik, harga energi, dan beban subsidi dinilai dapat mempengaruhi nilai tambah sektor tersebut meskipun konsumsi listrik tetap berlangsung.
GREAT Institute juga menyoroti peran captive power atau pembangkit listrik mandiri yang digunakan industri smelter nikel. Menurut Adhamaski, pertumbuhan manufaktur nasional tidak sepenuhnya bergantung pada pasokan listrik dari PLN maupun Independent Power Producer (IPP), sehingga hubungan antara kontraksi sektor listrik dan pertumbuhan manufaktur tidak dapat dibaca secara linier.
Selain itu, GREAT Institute menilai lonjakan inventori pada triwulan I-2026 juga masih dapat dijelaskan secara ekonomi. Adhamaski mengatakan peningkatan stok beras menjelang panen raya dan tertahannya ekspor sektor pertambangan akibat gejolak ekonomi global turut menyebabkan kenaikan inventori nasional.
GREAT Institute juga menyoroti peran captive power atau pembangkit listrik mandiri yang digunakan industri smelter nikel. Menurut Adhamaski, pertumbuhan manufaktur nasional tidak sepenuhnya bergantung pada pasokan listrik dari PLN maupun Independent Power Producer (IPP), sehingga hubungan antara kontraksi sektor listrik dan pertumbuhan manufaktur tidak dapat dibaca secara linier.
Selain itu, GREAT Institute menilai lonjakan inventori pada triwulan I-2026 juga masih dapat dijelaskan secara ekonomi. Adhamaski mengatakan peningkatan stok beras menjelang panen raya dan tertahannya ekspor sektor pertambangan akibat gejolak ekonomi global turut menyebabkan kenaikan inventori nasional.
(nng)
Lihat Juga :