Percepat Produktivitas Manufaktur dengan Solusi Jaringan dan Storage Berbasis AI

Jum'at, 15 Mei 2026 - 20:50 WIB
loading...
Percepat Produktivitas...
PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) di bawah naungan PT Multipolar Tbk (MLPL), menawarkan dua solusi cerdas yang memungkinkan downtime pada perusahaan manufaktur bisa dihindari. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Di tengah tuntutan efisiensi dan produktivitas yang semakin tinggi, banyak perusahaan manufaktur masih menghadapi tantangan seperti konektivitas yang belum optimal di area produksi. Ini karena keterbatasan integritas pada jaringan information technology (IT), operational technology (OT) dan kendala pada saat melakukan troubleshooting serta stabilitas operasional yang belum terintegrasi secara menyeluruh.

Kondisi ini berpotensi meningkatkan downtime yang menghambat kinerja produksi. Mengatasi itu, PT Multipolar Technology Tbk (MLPT), perusahaan solution integrator terkemuka di bawah naungan PT Multipolar Tbk (MLPL), menawarkan dua solusi cerdas yang memungkinkan downtime pada perusahaan manufaktur bisa dihindari.

Dua solusi yang dimaksud adalah Huawei iMaster NCE-Campus dan Huawei OceanStor Dorado. Sesuai namanya, keduanya dikembangkan oleh raksasa teknologi Huawei dan Multipolar Technology bertindak sebagai networking partner-nya.

Baca Juga: Bahas Transformasi Bisnis di Era Agentic AI, Multipolar Technology Gelar Data & AI Forum

Hal itu terungkap dalam seminar bertema “Smart Factory in Action: Stop Downtime, Start Performance” yang diselenggarakan oleh Multipolar Technology bersama Huawei di Holiday Inn Cikarang, Bekasi, pada Kamis (7/5).



Division Head Network Presales Multipolar Technology, Budianto Chandra mengatakan, bahwa kedua solusi ini dirancang untuk membantu perusahaan manufaktur membangun operasional yang lebih andal, cerdas, aman, fleksibel, dan efisien sesuai tuntutan industri saat ini.

“Dalam lingkungan manufaktur modern, jaringan pabrik dituntut harus mampu menghubungkan area produksi, gudang, kantor, kamera pengawas, monitoring dashboard, hingga data center secara terpadu," ungkap Budianto.

"Sistem produksinya juga mesti mendukung mesin industri , robotic arm, autonomous guided vehicle, warehouse management system, dan sensor IoT secara real-time. Huawei iMaster NCE-Campus hadir untuk menyederhanakan pengelolaan konektivitas jaringan yang kompleks semacam itu,” ungkapnya.

Melalui unified IT/OT management, iMaster NCE-Campus mampu mengelola ribuan perangkat jaringan dan puluhan ribu terminal secara bersamaan. Keunggulan utamanya terletak pada kemampuan mengotomatisasi jaringan berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Selain itu, solusi ini mendukung plug-and-play provisioning sehingga dapat mempersingkat waktu onboard perangkat jaringan baru, ditambah access point Wi-Fi 7-nya dapat memberikan konektivitas yang stabil tanpa meninggalkan blindspot pada area industri.

Lalu, platform iMaster NCE-CampusInsight-nya, yang satu kesatuan dengan solusi iMaster NCE-Campus, dilengkapi AI-based root cause analysis dan network digital map, sehingga memungkinkan perusahaan manufaktur dapat memantau pengalaman pengguna (user experience), performa aplikasi, dan status jaringan dalam satu tampilan dashboard (single pane of glass management).

Platform ini mendukung lebih dari 27 protokol OT seperti Modbus, Profinet, Onvif yang mampu mendeteksi dan memblokir beragam ancaman siber. Dengan begitu, gangguan jaringan dapat dideteksi sehingga downtime proses produksi dapat dicegah.

Agar akses data yang dibutuhkan iMaster NCE-Campus berjalan secepat kilat, Huawei OceanStor Dorado berperan. Solusi ini menawarkan platform storage generasi terbaru untuk mendukung mission-critical workloads dengan performa tinggi, keamanan terintegrasi, dan keandalan kelas enterprise.

“Dapat dipahami bahwa storage dalam pengelolaan jaringan IT/OT perusahaan manufaktur bukan lagi sekadar pendukung, melainkan sudah menjadi strategic enabler,” jelas Budianto.

Baca Juga: Multipolar Lakukan Transformasi untuk Fokus di Ekonomi Digital

Untuk diketahui, teknologi FlashLink Algorithms yang dimiliki OceanStor Dorado sanggup meningkatkan efisiensi cache sampai 50%, mempercepat rekonstruksi data hingga 20 kali, dan meminimalkan latensi pada sistem penyimpanan.

Fitur RAID-TP-nya memungkinkan sistem tetap berjalan tanpa mengganggu proses produksi meski terjadi kegagalan pada tiga disk secara bersamaan. Kemampuan menangani 7 controller fail dari 8 controller ditambah ketangkasan dalam melakukan disaster recovery dan business continuity menjadi nilai tambah yang penting bagi solusi ini.

“Intinya, kolaborasi antara solusi iMaster NCE-Campus dan OceanStor Dorado bisa menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan smart factory yang lebih andal, aman, dan efisien tanpa downtime. Dengan begitu, perusahaan manufaktur dapat lebih produktif, inovatif, dan kompetitif dibandingkan dengan kompetitor,” tambah Budianto.

“Nah, kalau ingin mengimplementasikan dua solusi ini, perusahaan Anda bisa menghubungi solution integrator company seperti Multipolar Technology," tutupnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hadirkan Teknologi Smart...
Hadirkan Teknologi Smart Ecosystem Compactplus, Produksi Lokal Berstandar Internasional
Duo Zou Bersaudara Asal...
Duo Zou Bersaudara Asal China Mendadak Jadi Miliarder Gara-gara Robot Humanoid, Begini Kisahnya
Kemnaker: Korban PHK...
Kemnaker: Korban PHK Tembus 43.000 Orang, Sektor Manufaktur Terbanyak
AI Analytics-Trade Flow...
AI Analytics-Trade Flow Siapkan Keputusan Investasi buat Pemula
Percepat Transisi Energi,...
Percepat Transisi Energi, Asiana Technologies Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
AI Ubah Cara Mengelola...
AI Ubah Cara Mengelola Proyek, Kompetensi Project Manager Tetap Jadi Kunci Kepemimpinan
Airlangga Bertolak ke...
Airlangga Bertolak ke Shanghai Tanda Tangani Pendirian WAICO
Ingin Kuliah AI? Ini...
Ingin Kuliah AI? Ini 20 Universitas di Indonesia yang Membuka Jurusan Kecerdasan Buatan
Rekomendasi
John Herdman Beri Kabar...
John Herdman Beri Kabar Terkini TC Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026
Pecinta Hewan Sambangi...
Pecinta Hewan Sambangi Kelurahan Pluit, Spanduk Larangan Memberi Makan Kucing Tak Bertuan Dicopot
Beda Pendapat dengan...
Beda Pendapat dengan Pemerintah, Banyak Warga Rusia Didenda dan Dipenjara
Berita Terkini
Dulu Dijajah Belanda,...
Dulu Dijajah Belanda, Kini Digerus Impor? Mantan Menkeu Ungkap Jurus Jitu Cetak Ekonomi Tumbuh 8%
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
Asabri Dorong Transformasi...
Asabri Dorong Transformasi Layanan Berbasis ESG, Kepuasan Peserta Capai 96,03%
Distribusi BBM di Kota...
Distribusi BBM di Kota Medan Makin Lancar, Antrean di SPBU Mulai Normal
Jebakan Ilusi PDB, Mantan...
Jebakan Ilusi PDB, Mantan Menkeu Fuad Bawazier Ungkap Fakta di Balik Utang RI Rp8.000 Triliun
AKPY-BPDP Latih Pekebun...
AKPY-BPDP Latih Pekebun Sawit di Paser Tingkatkan Nilai Jual TBS
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved