Bahan Pangan Masih Impor, Siap-siap Hadapi Lonjakan Harga Imbas Rupiah Loyo

Minggu, 17 Mei 2026 - 21:31 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: Pemerintah Tambah Impor Sapi 180 Ribu Ekor Tahun Ini, Daging Beku Dikurangi

"Memang ketika rupiah mengalami depresiasi, pukulannya jadi dua kali karena barang impor dibayar dalam mata uang asing. Memang benar masyarakat desa tidak menggunakan dolar, tetapi dampak tidak langsung tetap kena," ujar Khudori saat dihubungi MNC Portal, Minggu (17/5/2026).

Khudori mengatakan, ada beberapa dampak yang dihadapi oleh sektor pertanian dari pelemahan nilai tukar dan konflik yang terus berlangsung di timur tengah. Seperti biaya belanja Bahan Bakar Minyak atau BBM alat mesin pertanian menjadi meningkat karena pemerintah menaikkan harga BBM industri mengikuti harga minyak dunia.

Belanja BBM yang meningkat tadi, kemudian membuat ongkos distribusi hasil pertanian juga ikut mengalami kenaikan. Sebab perusahaan perlu mempertimbangkan margin dan cash flow untuk menyikapi beban biaya operasi yang dikeluarkan.

"Kalau stabilitas nilai tukar lebih terjaga dan volatilitasnya tidak terlalu tinggi, itu sebenarnya bisa menjadi bantalan menghadapi gejolak di Timur Tengah. Itu menunjukkan fondasi ekonomi domestik kita perkuat," kata Khudori.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dulu Dijajah Belanda,...
Dulu Dijajah Belanda, Kini Digerus Impor? Mantan Menkeu Ungkap Jurus Jitu Cetak Ekonomi Tumbuh 8%
FAO Ingatkan Risiko...
FAO Ingatkan Risiko Krisis Pangan Global, Indonesia Siap Ambil Peran Pemasok Pangan Dunia
Dukung Arah Ekonomi...
Dukung Arah Ekonomi Prabowo, Elemen Masyarakat Minta Distribusi Pangan Diperbaiki
Bertemu PM Belarus,...
Bertemu PM Belarus, Airlangga Dorong Penguatan Kerja Sama Pangan hingga Energi
IISM dan Indonesia Cold...
IISM dan Indonesia Cold Chain Expo 2026 Dorong Efisiensi Rantai Pasok Pangan
Indonesia Impor Pangan...
Indonesia Impor Pangan hanya 5% dari 11 Komoditas
HKTI Papua Dukung Agenda...
HKTI Papua Dukung Agenda Ketahanan Pangan Nasional dari Biak
Penguatan Manajemen...
Penguatan Manajemen Risiko Jadi Kunci Keamanan Industri Pangan
Gerakan Pangan Murah...
Gerakan Pangan Murah Partai Perindo Ringankan Beban Warga Kendari
Rekomendasi
Beredar Isu Menteri...
Beredar Isu Menteri PU Dody Hanggodo Kena Reshuffle Agustus Mendatang, Istana Buka Suara
Yusril Sebut KPK Bisa...
Yusril Sebut KPK Bisa Ambil Alih Perkara Febrie Adriansyah
Mendagri Prihatin Kepala...
Mendagri Prihatin Kepala Daerah Kena OTT Lagi, Padahal Sudah Retret-Pembekalan
Berita Terkini
Saat Infrastruktur,...
Saat Infrastruktur, Fasilitas, dan Komunitas Tumbuh Bersama dalam Satu Kawasan
Cara PAMA Ikut Meningkatkan...
Cara PAMA Ikut Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat
Prabowo: 66,4 Juta Warga...
Prabowo: 66,4 Juta Warga RI Dapat LPG Subsidi, Lebih Banyak dari Penduduk Singapura
Menanti Peran Besar...
Menanti Peran Besar Pertamina dalam Proyek LNG Kelas Dunia Blok Masela
Purbaya Segera Temui...
Purbaya Segera Temui Kepala BGN, Bahas Pemotongan Anggaran MBG
Soal Investor PFII Bebas...
Soal Investor PFII Bebas Pajak hingga 50 Tahun, Purbaya: Masih Belum Tentu
Infografis
Harga Tiket Pesawat...
Harga Tiket Pesawat Melesat karena Lonjakan Harga Avtur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved