Angka NEET Pemuda RI Tembus 19,44%, Lebih Tinggi dari Rata-rata ASEAN
Senin, 18 Mei 2026 - 14:38 WIB
loading...
Brand & Communication Manager SCG Indonesia, Amanda Dwi Ayu Utari. FOTO/Tangguh Yudha
A
A
A
JAKARTA - Data International Labour Organization (ILO) menunjukkan sebanyak 19,44% pemuda Indonesia usia 15-24 tahun masuk dalam kategori NEET (Not in Education, Employment, or Training), yakni tidak sedang menempuh pendidikan, tidak bekerja, dan tidak mengikuti pelatihan. Angka ini lebih tinggi dibanding rata-rata kawasan ASEAN yang berada di level 16%.
Kondisi tersebut mencerminkan masih besarnya tantangan dalam menyiapkan generasi muda agar memiliki keterampilan dan daya saing yang memadai di tengah persaingan global dan perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Country Director SCG Indonesia, Warit Jintanawan, mengatakan generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks untuk menemukan peran mereka di dunia industri dan masyarakat dengan adanya persaingan global yang semakin kompetitif serta disrupsi teknologi AI.
"Untuk itu, generasi muda perlu memiliki kemampuan adaptasi, berpikir kritis, dan inisiatif untuk menjadi problem-solver bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Pendidikan yang berorientasi pada tujuan tersebut merupakan kuncinya," ujar Warit dalam keterangannya, Senin (18/5/2026).
Ia mengugkap, sebagai upaya mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, SCG kembali membuka program beasiswa SCG Sharing the Dream 2026 dengan tema "Green Active Generation". Program ini terbuka bagi pelajar SMA dan mahasiswa S1, termasuk penyandang disabilitas serta anak dari keluarga pekerja konstruksi.
Menurut Warit, pendaftaran program dibuka sejak 4 Mei hingga 1 Juni 2026 untuk masyarakat di wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang Selatan, Karawang, Sukabumi, Bekasi, Gresik, dan Bandung.
Tahun ini, SCG akan memberikan beasiswa kepada 400 siswa SMA dan 12 mahasiswa S1. Selain bantuan pendidikan, penerima beasiswa juga akan mengikuti program capacity building yang mencakup pelatihan soft skills dan technical skills, mentoring berkala, hingga kesempatan memimpin proyek sosial di komunitas.
Distribution Director SCG Distribution & Retail Indonesia, Thichet Srisuriyon, mengatakan pihaknya ingin membuka lebih banyak peluang bagi generasi muda, termasuk mereka yang berada dalam kategori NEET.
"Kami melihat pentingnya membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda, termasuk mereka yang berada dalam kategori NEET, agar dapat mengembangkan potensi dan daya saing mereka. Kami berharap program ini dapat mendorong lahirnya generasi yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat," sebut Thichet.
Dalam proses seleksi, peserta diminta menulis esai yang menggambarkan tantangan di lingkungan sekitar dan ide perubahan yang ingin diwujudkan.
Brand & Communication Manager SCG Indonesia, Amanda Dwi Ayu Utari, menyarankan peserta untuk mengamati persoalan nyata di masyarakat, memahami kondisi lapangan, dan menyusun solusi yang realistis serta dapat dijalankan bersama masyarakat.
“Yang tidak kalah penting, tulislah esai dengan jujur, personal, dan mencerminkan pengalaman atau kepedulian pribadi. Kami ingin melihat bagaimana peserta berpikir, sekaligus bagaimana mereka ingin berkontribusi membawa perubahan di lingkungan sekitarnya,” pungkas Amanda.
Kondisi tersebut mencerminkan masih besarnya tantangan dalam menyiapkan generasi muda agar memiliki keterampilan dan daya saing yang memadai di tengah persaingan global dan perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Country Director SCG Indonesia, Warit Jintanawan, mengatakan generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks untuk menemukan peran mereka di dunia industri dan masyarakat dengan adanya persaingan global yang semakin kompetitif serta disrupsi teknologi AI.
"Untuk itu, generasi muda perlu memiliki kemampuan adaptasi, berpikir kritis, dan inisiatif untuk menjadi problem-solver bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Pendidikan yang berorientasi pada tujuan tersebut merupakan kuncinya," ujar Warit dalam keterangannya, Senin (18/5/2026).
Ia mengugkap, sebagai upaya mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, SCG kembali membuka program beasiswa SCG Sharing the Dream 2026 dengan tema "Green Active Generation". Program ini terbuka bagi pelajar SMA dan mahasiswa S1, termasuk penyandang disabilitas serta anak dari keluarga pekerja konstruksi.
Menurut Warit, pendaftaran program dibuka sejak 4 Mei hingga 1 Juni 2026 untuk masyarakat di wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang Selatan, Karawang, Sukabumi, Bekasi, Gresik, dan Bandung.
Tahun ini, SCG akan memberikan beasiswa kepada 400 siswa SMA dan 12 mahasiswa S1. Selain bantuan pendidikan, penerima beasiswa juga akan mengikuti program capacity building yang mencakup pelatihan soft skills dan technical skills, mentoring berkala, hingga kesempatan memimpin proyek sosial di komunitas.
Distribution Director SCG Distribution & Retail Indonesia, Thichet Srisuriyon, mengatakan pihaknya ingin membuka lebih banyak peluang bagi generasi muda, termasuk mereka yang berada dalam kategori NEET.
"Kami melihat pentingnya membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda, termasuk mereka yang berada dalam kategori NEET, agar dapat mengembangkan potensi dan daya saing mereka. Kami berharap program ini dapat mendorong lahirnya generasi yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat," sebut Thichet.
Dalam proses seleksi, peserta diminta menulis esai yang menggambarkan tantangan di lingkungan sekitar dan ide perubahan yang ingin diwujudkan.
Brand & Communication Manager SCG Indonesia, Amanda Dwi Ayu Utari, menyarankan peserta untuk mengamati persoalan nyata di masyarakat, memahami kondisi lapangan, dan menyusun solusi yang realistis serta dapat dijalankan bersama masyarakat.
“Yang tidak kalah penting, tulislah esai dengan jujur, personal, dan mencerminkan pengalaman atau kepedulian pribadi. Kami ingin melihat bagaimana peserta berpikir, sekaligus bagaimana mereka ingin berkontribusi membawa perubahan di lingkungan sekitarnya,” pungkas Amanda.
(nng)
Lihat Juga :