BI Tegaskan Cadangan Devisa Indonesia Kuat, Lampaui Standar IMF
Selasa, 19 Mei 2026 - 12:50 WIB
loading...
Bank Indonesia (BI) menegaskan posisi cadangan devisa Indonesia tetap kuat dan memadai untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menegaskan posisi cadangan devisa Indonesia tetap kuat dan memadai untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Hingga akhir April 2026, cadangan devisa tercatat tinggi dan berada di atas standar kecukupan internasional.
"Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2026 tercatat sebesar USD146,2 miliar. Level tersebut tetap kuat dan memadai dalam mendukung ketahanan eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan nasional," ujar Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangan resmi, Selasa (19/5/2026).
Baca Juga: Rupiah Jeblok Tembus Rp17.600 per Dolar AS, DPR Desak Gubernur BI Mundur
Ramdan menjelaskan, jika mengacu pada indikator global, posisi cadangan devisa Indonesia telah melampaui batas aman yang ditetapkan oleh Dana Moneter Internasional. Level tersebut setara dengan sekitar 114 persen dari standar kecukupan internasional.
Menurut dia, capaian ini mencerminkan kuatnya ketahanan eksternal Indonesia dalam menghadapi tekanan global, termasuk gejolak pasar keuangan dan dinamika ekonomi dunia. Dengan posisi cadangan devisa yang solid, BI berkomitmen terus menjalankan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah secara terukur guna menjaga kepercayaan pasar dan investor.
"Bank Indonesia senantiasa mengelola cadangan devisa secara terukur guna mendukung stabilitas nilai tukar rupiah, menjaga kepercayaan pasar, serta memperkuat ketahanan eksternal perekonomian Indonesia di tengah tingginya ketidakpastian global," kata Ramdan.
Baca Juga: Apakah Orang Desa Menderita Terdampak Pelemahan Rupiah? Ini Penjelasan Ekonom
Sebelumnya, isu ketahanan cadangan devisa dan stabilitas rupiah menjadi sorotan dalam rapat kerja antara Bank Indonesia dan Komisi XI DPR RI pada Senin (18/5). Dalam rapat tersebut, sejumlah anggota dewan menyoroti pergerakan nilai tukar rupiah yang sempat melemah hingga mendekati Rp17.600 per dolar AS, meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 tercatat mencapai 5,61 persen.
"Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2026 tercatat sebesar USD146,2 miliar. Level tersebut tetap kuat dan memadai dalam mendukung ketahanan eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan nasional," ujar Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangan resmi, Selasa (19/5/2026).
Baca Juga: Rupiah Jeblok Tembus Rp17.600 per Dolar AS, DPR Desak Gubernur BI Mundur
Ramdan menjelaskan, jika mengacu pada indikator global, posisi cadangan devisa Indonesia telah melampaui batas aman yang ditetapkan oleh Dana Moneter Internasional. Level tersebut setara dengan sekitar 114 persen dari standar kecukupan internasional.
Menurut dia, capaian ini mencerminkan kuatnya ketahanan eksternal Indonesia dalam menghadapi tekanan global, termasuk gejolak pasar keuangan dan dinamika ekonomi dunia. Dengan posisi cadangan devisa yang solid, BI berkomitmen terus menjalankan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah secara terukur guna menjaga kepercayaan pasar dan investor.
"Bank Indonesia senantiasa mengelola cadangan devisa secara terukur guna mendukung stabilitas nilai tukar rupiah, menjaga kepercayaan pasar, serta memperkuat ketahanan eksternal perekonomian Indonesia di tengah tingginya ketidakpastian global," kata Ramdan.
Baca Juga: Apakah Orang Desa Menderita Terdampak Pelemahan Rupiah? Ini Penjelasan Ekonom
Sebelumnya, isu ketahanan cadangan devisa dan stabilitas rupiah menjadi sorotan dalam rapat kerja antara Bank Indonesia dan Komisi XI DPR RI pada Senin (18/5). Dalam rapat tersebut, sejumlah anggota dewan menyoroti pergerakan nilai tukar rupiah yang sempat melemah hingga mendekati Rp17.600 per dolar AS, meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 tercatat mencapai 5,61 persen.
(nng)
Lihat Juga :