Defisit APBN April 2026 Sentuh Rp164,4 T, Belanja Negara Meroket jadi Rp1.082,8 Triliun
Selasa, 19 Mei 2026 - 20:13 WIB
loading...
A
A
A
Secara akumulatif, pendapatan negara terkumpul sebesar Rp918,4 triliun atau berhasil tumbuh 13,3% secara tahunan (year-on-year/yoy). Di sisi lain, belanja negara telah digelontorkan sebesar Rp1.082,8 triliun, atau melonjak kencang sebesar 34,3% yoy.
Purbaya menilai, lonjakan belanja ini membuktikan bahwa pos fiskal tetap bersifat ekspansif, namun dengan tingkat risiko defisit yang terjaga aman. “Keadaan membaik. Keseimbangan primer sudah surplus Rp28 triliun dan ke depan akan terus membaik karena pendapatan negara tumbuh,” tegas Purbaya.
Baca Juga: Dilema Kenaikan Harga BBM di Tengah Lonjakan Minyak Dunia dan Kejatuhan Rupiah ke Rp17.000
Akselerasi pendapatan negara pada kuartal II-2026 ini utamanya disokong oleh sektor penerimaan perpajakan yang mengantongi Rp746,9 triliun atau naik 13,7% yoy. Dari jumlah tersebut, setoran pajak murni tercatat melesat paling tinggi, yakni tumbuh 16,1% yoy hingga mencapai Rp646,3 triliun.
Kinerja sektor pajak ini terbilang impresif karena mampu berbalik arah (rebound) dari kondisi April tahun lalu yang sempat terkontraksi minus 10,8%. Selain pos perpajakan, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) ikut andil menyumbang pertumbuhan positif sebesar 11,6% dengan nilai Rp171,3 triliun.
“Artinya, prospeknya jauh lebih bagus dibanding tahun lalu ketika kondisinya masih berat. Tahun lalu pertumbuhan pajak masih turun,” ungkap Purbaya.
Purbaya menilai, lonjakan belanja ini membuktikan bahwa pos fiskal tetap bersifat ekspansif, namun dengan tingkat risiko defisit yang terjaga aman. “Keadaan membaik. Keseimbangan primer sudah surplus Rp28 triliun dan ke depan akan terus membaik karena pendapatan negara tumbuh,” tegas Purbaya.
Baca Juga: Dilema Kenaikan Harga BBM di Tengah Lonjakan Minyak Dunia dan Kejatuhan Rupiah ke Rp17.000
Akselerasi pendapatan negara pada kuartal II-2026 ini utamanya disokong oleh sektor penerimaan perpajakan yang mengantongi Rp746,9 triliun atau naik 13,7% yoy. Dari jumlah tersebut, setoran pajak murni tercatat melesat paling tinggi, yakni tumbuh 16,1% yoy hingga mencapai Rp646,3 triliun.
Kinerja sektor pajak ini terbilang impresif karena mampu berbalik arah (rebound) dari kondisi April tahun lalu yang sempat terkontraksi minus 10,8%. Selain pos perpajakan, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) ikut andil menyumbang pertumbuhan positif sebesar 11,6% dengan nilai Rp171,3 triliun.
“Artinya, prospeknya jauh lebih bagus dibanding tahun lalu ketika kondisinya masih berat. Tahun lalu pertumbuhan pajak masih turun,” ungkap Purbaya.
Lihat Juga :