Stok Minyak Global Terkuras, Produksi Kilang China Tiarap hingga Level Terendah
Rabu, 20 Mei 2026 - 08:34 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Rupiah Cetak Rekor Terlemah Rp17.700 per Dolar AS, Pertama Kalinya dalam Sejarah Indonesia
IEA memperkirakan kapasitas pengolahan minyak dunia secara kolektif akan terpangkas hingga 4,5 juta barel per hari pada kuartal kedua tahun ini. Kelangkaan produk hilir seperti solar dan avtur kini mulai terdeteksi di kawasan Asia dan diproyeksikan segera meluas ke pasar Eropa, sehingga mengancam stabilitas sektor transportasi global.
Tidak hanya sektor energi, krisis jalur laut ini juga mulai merambat dan memicu guncangan pada sektor pangan dunia akibat tersendatnya distribusi komoditas pendukung. Terhentinya pasokan gas dari Qatar akibat penutupan Selat Hormuz memaksa produsen pupuk di India, Bangladesh, dan Pakistan menyetop operasional, yang seketika memicu lonjakan harga urea di pasar internasional.
Untuk jangka panjang, IEA memproyeksikan defisit pasokan minyak global akan menyentuh angka 1,78 juta barel per hari pada 2026, dengan total produksi dunia berpotensi jatuh ke bawah ambang 100 juta barel per hari. Lembaga tersebut memperingatkan bahwa proses pemulihan stok global akan memakan waktu lama dan membutuhkan tambahan pasokan konsisten meski konflik nantinya telah berakhir.
IEA memperkirakan kapasitas pengolahan minyak dunia secara kolektif akan terpangkas hingga 4,5 juta barel per hari pada kuartal kedua tahun ini. Kelangkaan produk hilir seperti solar dan avtur kini mulai terdeteksi di kawasan Asia dan diproyeksikan segera meluas ke pasar Eropa, sehingga mengancam stabilitas sektor transportasi global.
Tidak hanya sektor energi, krisis jalur laut ini juga mulai merambat dan memicu guncangan pada sektor pangan dunia akibat tersendatnya distribusi komoditas pendukung. Terhentinya pasokan gas dari Qatar akibat penutupan Selat Hormuz memaksa produsen pupuk di India, Bangladesh, dan Pakistan menyetop operasional, yang seketika memicu lonjakan harga urea di pasar internasional.
Untuk jangka panjang, IEA memproyeksikan defisit pasokan minyak global akan menyentuh angka 1,78 juta barel per hari pada 2026, dengan total produksi dunia berpotensi jatuh ke bawah ambang 100 juta barel per hari. Lembaga tersebut memperingatkan bahwa proses pemulihan stok global akan memakan waktu lama dan membutuhkan tambahan pasokan konsisten meski konflik nantinya telah berakhir.
(nng)
Lihat Juga :