Transisi Energi Sektor Batu Bara Terkendala Biaya dan Regulasi
Kamis, 21 Mei 2026 - 13:27 WIB
loading...
A
A
A
APBI mencatat saat ini terdapat 93 perusahaan anggota aktif yang menyumbang sekitar 66% produksi batu bara nasional. Namun dari total hampir 960 perusahaan tambang di Indonesia, tingkat pemahaman dan implementasi ESG dinilai masih beragam, sehingga perlu penguatan melalui pendekatan Good Mining Practice (GMP).
Selain itu, ketidakpastian regulasi menjadi tantangan utama. Wurwanto menilai konsistensi kebijakan sangat diperlukan agar perusahaan dapat menyusun strategi investasi jangka panjang secara lebih terukur. Perubahan aturan yang dinamis dinilai memaksa perusahaan untuk terus beradaptasi.
Pandangan serupa disampaikan Asisten Peneliti Purnomo Yusgiantoro Center (PYC), Nur Hikmat, yang menyebut implementasi ESG pada tahap awal akan menjadi beban biaya tambahan bagi perusahaan. “Secara pragmatis, implementasi ESG pada tahap awal pasti menjadi first hit cost yang memberikan tekanan finansial cukup besar,” ujarnya.
Ia menambahkan, struktur pasar batu bara Indonesia juga memengaruhi laju implementasi ESG. Sekitar 65% produksi ditujukan untuk ekspor, terutama ke Tiongkok dan India, yang dinilai belum menerapkan standar ESG seketat negara maju, sehingga dorongan implementasi secara substantif masih terbatas.
Lihat Juga :